Breaking News:

Berita Dumai

KPPBC Dumai Temukan Tas Berisi 0,5 Kg Diduga Sabu dalam Kapal yang Ditinggal Pemiliknya

KPPBC type Madya Pabean II B Dumai, berhasil menggagalkan upaya penyeludupan diduga narkotika jenis sabu sabu.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) type Madya Pabean II B Dumai, berhasil menggagalkan upaya penyeludupan diduga narkotika jenis sabu sabu. Sebanyak 500 gram serbuk kristal mengandung methapethamine yang biasa terkandung dalam narkotika jenis sabu sabu tersebut diamankan pada Sabtu (18/6/2022) dari atas kapal Ferry MV Batam Jet yang tiba di Kota Dumai dengan jalur pelayaran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau-Dumai. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) type Madya Pabean II B Dumai, berhasil menggagalkan upaya penyeludupan diduga narkotika jenis sabu sabu.

Sebanyak 500 gram serbuk kristal mengandung methapethamine yang biasa terkandung dalam narkotika jenis sabu sabu tersebut diamankan pada Sabtu (18/6/2022) dari atas kapal Ferry MV Batam Jet yang tiba di Kota Dumai dengan jalur pelayaran Tanjung Pinang, Kepulauan Riau-Dumai.

Namun dalam upaya pencegahan tersebut tidak diamankan pemilik barang haram itu karena ditinggal oleh pemiliknya didalam kapal.

Kepala seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC Dumai, Sukma Mahendra membenarkan, adanya penemuan tas dari kapal diduga narkotika tersebut.

"Benar Tim kami di lapangan berhasil mengamankan 500 gram serbuk kristal mengandung methapethamine yang dibungkus dalam dua kemasan plastik disimpan di dalam tas pinggang berwarna merah. Barang bukti tersebut diamankan dari salah satu bangku penumpang kapal ferry MV. Batam Jet yang sudah ditinggal pemiliknya, " katanya, Kamis (23/6/2022).

Sukma mengungkapkan, upaya penyeludupan narkotika ini berawal dari pelimpahan penindakan dari Kantor Wilayah Bea Cukai Riau tentang dugaan penyelundupan NPP melalui barang bawaan penumpang yang masuk ke Pelabuhan Dumai kepada KPPBC Dumai.

Dari pelimpahan tersebut, tambahnya, KPPBC Dumai membentuk tim dan melakukan analisa target terhadap kedatangan penumpang dari ferry penumpang MV. Batam Jet dan MV. Dumai Line.

Namun, Jelasnya, setelah dilakukan pengawasan terhadap kedatangan penumpang ferry MV. Batam Jet dan MV. Dumai Line hingga semua penumpang turun tidak ditemukan target yang dimaksud.

Lebih lanjut jelaskannya, Petugas Bea Cukai Dumai hanya menemukan sebuah yang tas pinggang tanpa pemilik di MV Batam Jet.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tas tersebut ditemukan 2 bungkus barang berbentuk kristal berwarna putih dan berbau dikemas dalam bungkusan kemasan makanan ringan.

Sukma mengaku, terkait penemuan barang mencurigakan tersebut tim penindakan dan penyidikan melakukan koordinasi dengan BNN Kota Dumai terhadap barang bawaan penumpang yang tidak diketahui pemiliknya tersebut yang diduga methampetamine.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), barang bukti di bawa ke KPPBC TMP B Dumai, untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan barang bawaan yang diduga methaphetamine.

Berdasarkan Laporan Hasil Pengujian dan Identifikasi barang oleh Laboratorium Bea Cukai Dumai, Laboratorium menyimpulkan bahwa barang tersebut merupakan senyawa organic jenis methamphetamine.

"Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut kemudian barang bukti temuan tersebut diserahterimakan ke BNN Kota Dumai," pungkasnya.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved