Breaking News:

Berita Kampar

Progres Lahan Tol Pekanbaru-Rengat di Kampar, BPN Kampar Sebut Ini Tahapannya

Lahan untuk Tol Pekanbaru-Rengat ruas Trans Sumatera belum ditentukan. Termasuk di wilayah Kabupaten Kampar Riau

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Ilustrasi gerbang Tol Riau-Jambi.Lahan untuk Tol Pekanbaru-Rengat ruas Trans Sumatera belum ditentukan, termasuk di wilayah Kabupaten Kampar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Lahan untuk Tol Pekanbaru-Rengat ruas Trans Sumatera belum ditentukan. Termasuk di wilayah Kampar yang dilintasinya.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kampar, Dedy Kurniawan mengatakan, progres penyiapan lahan masih menunggu Surat Keputusan Penetapan Lokasi (Penlok).

"Saat ini masuk ke dalam tahap persiapan menunggu SK Penetapan Lokasi.," katanya kepada Tribunpekanbaru.com saat ditanya soal progres, Rabu (13/7/2022).

Ditanya soal trase defenitif, Dedy tidak memberi penjelasan gamblang. Menurut dia, trase defenitif akan muncul di dalam SK Penlok tersebut.

Ia menyarankan, perihal trase tol defenitif ditanya kepada Pemerintah Provinsi Riau. Sebab tahapan Penlok masih berada di tingkat provinsi.

"Sebaiknya (Penlok) ditanya langsung ke Pemerintah Provinsi Riau. Karena pada tahapan ini prosesnya dilakukan di sana," ujarnya.

Trase adalah garis tengah sumbu jalan. Garis saling terhubung dengan Peta Topografi sebagai acuan dalam menetapkan tinggi muka tanah dasar.

Trase jalur Tol Pekanbaru-Rengat di wilayah Kampar diperkirakan akan membentang di tiga kecamatan. Terdiri dari Tapung, Tambang dan Siak Hulu.

Camat Tambang, Jamilus mengatakan, penyiapan lahan tol baru sebatas sosialisasi kepada masyarakat. Ia belum mendapat arahan tentang kelanjutan megaproyek tersebut.

Menurut dia, hingga kini belum ada tahap lanjutan setelah sosialisasi. Seperti pengumpulan surat kepemilikan tanah masyarakat yang masuk trase untuk diganti rugi.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) sudah melakukan pematokan di lokasi.

Ditandai dengan pemancangan tiang berupa pipa besi dicat hitam dan dicor ke tanah. Ada tulisan STA yang diikuti angka pada pipa tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Eva Monalisa Tambunan membenarkan patok tersebut untuk keperluan trase tol.

Menurut Eva, patok itu belum final menjadi trase defenitif dalam penlok.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved