Sabtu, 2 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Komnas Ham Minta Keterangan Tim Forensik Polri Mengenai Pengungkapan Kasus Brigadir J

Datangi Komnas HAM sejumlah pejabat Polri memberikan keterangan terbuka dan penjelasan terkait kasus penembakan Brigadir J atau Yoshua.

Tayang:
Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik (ketiga kiri) bersama Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kiri), Kapusdokkes Mabes Polri Irjen Pol Asep Hendradiana (kedua kanan), Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan (kanan), Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (ketiga kanan) dan Komisoner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (keempat kanan) memberikan keterangan usai Komnas HAM meminta keterangan Tim Forensik Polri di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (25/7/2022). Komnas HAM meminta keterangan tim forensik polri yang melakukan autopsi jenazah Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan nantinya akan dikaji oleh Komnas HAM. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Datangi Komnas HAM sejumlah pejabat Polri memberikan keterangan terbuka dan penjelasan terkait kasus penembakan Brigadir J atau Yoshua.

Sejumlah Pejabat Polri tersebut mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022).

Sejumlah pejabat Polri datang ke Komnas HAM di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022).

Pejabat Polri itu beberapa di antaranya Inspektur Pengawasan Umum Polri atau Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokes) Irjen Asep Hendradiana.

Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI M Choirul Anam mengatakan Tim Forensik Polri sudah memberikan keterangan kepada Komnas HAM secara rinci dan terbuka terkait kasus penembakan tersebut.

Anam menambahkan, pihaknya memberi sejumlah pertanyaan terkait karakter dan jumlah hingga penyebab luka di tubuh Brigadir J.

“Logikanya termasuk juga ditunjukkan autopsinya untuk menunjukkan sudut kalau ini luka tembak sudutnya sepetti apa, karakternya sepeti apa. Tadi kita diberi tahu termasuk kerangka waktu kira-kira luka ini kapan terjadinya,” kata Choirul Anam dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan tim Forensik Polri di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022).

Anam menambahkan pihaknya terus memperdalam informasi dari pihak keluarga Brigadir J.

Komnas HAM, kata dia, juga memperdalam informasi dengan melalukan diskusi yang melibatkan Dokkes.

“Diskusi dengan Dokkes dengan melihat posisi jenazah sebelum diautopsi, sampai selesai diautopsi kami punya catatan yang sangat sangat mendalam. Jadi sangat sangat mendalam,” katanya.

Namun, Anam tidak membeberkan secar rinci terkait kesimpulan dari pertemuan dengan Tim Forensik itu.

Sebab, kata dia, Komnas HAM akan mengumpulkan fakta menyeluruh terkait temuan yang didapatkan.

“Hasilnya nanti. Kesimpulannya nanti enggak bisa diumumkan sekarang,” kata Anam.

Pengamatan Tribunnews.com di lokasi, hadir Inspektur Pengawasan Umum Polri atau Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto dan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo datang sekira pukul 12.40 WIB.

Kemudian Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokes) Irjen Asep Hendradiana pun telah hadir lebih dahulu, sekira pukul 12.23 WIB.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved