Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gerindra Tolak Rencana Pemerintah Menaikkan Harga BBM Subsidi

Fraksi Gerindra DPR RI tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga Baham Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Editor: Ilham Yafiz
Dokumentasi Tribun Pekanbaru / Doddy Vladimir
Gerindra Tolak Rencana Pemerintah Menaikkan Harga BBM Subsidi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Fraksi Gerindra DPR RI tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga Baham Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM jenis Pertalite dan Solar.

Artinya harga kedua jenis BBM bersubsidi itu akan mengalami kenaikan.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra menolak rencana pemerintah tersebut.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Kamrussamad menyebut, rencana kenaikan harga BBM bersubsidi ini tidak masuk akal di tengah progres pemulihan ekonomi yang sedang berjalan.

Menurutnya, kenaikan harga BBM bersubsidi ini akan menggerus daya beli masyarakat.

“Kenaikan BBM bersubsidi ini akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat,” tegasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (25/8/2022).

Ia melihat, aktivitas yang dilakukan masyarakat, terutama menengah ke bawah, banyak ditopang menggunakan BBM jenis Pertalite.

Belum lagi ini akan memberi efek rambatan pada peningkatan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Pasalnya, mayoritas kebutuhan pokok warga didistribusikan menggunakan jasa transportasi maupun jasa perdagangan yang menggunakan BBM berjenis solar, untuk bahan bakarnya.

Memang, wacana kenaikan harga BBM bersubsidi ini seiring dengan APBN tahun 2022 yang dianggap memikul beban yang sangat berat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, bila harga BBM bersubsidi ini tidak naik di tengah memanasnya harga minyak dunia, maka beban subsidi dan kompensasi yang ditanggung APBN 2022 akan makin sarat.

Pemerintah saat ini sudah merogoh kocek sekitar Rp 502 triliun untuk subsidi energi dan kompensasi. Bahkan ini telah naik 3 kali lipat dari alokasi sebelumnya.

Bila tidak ada peningkatan harga BBM, bisa-bisa dirinya merogoh kocek lebih dalam, atau hingga Rp 700 triliun.

Hingga saat ini, keputusan terkait peningkatan harga BBM bersubsidi belum ada.

Pemerintah masih terus berkoordinasi untuk menemukan keputusan terbaik dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan inflasi.

( Tribunpekanbaru.com )

SUMBER:
https://nasional.kontan.co.id/news/gerus-daya-beli-fraksi-partai-gerindra-tolak-kenaikan-harga-bbm

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved