Breaking News:

Berita Dumai

Tak Ditemukan Kasus Cacar Monyet Pada ABK d‎an Penumpang Dari Luar Negeri di Kota Dumai

Sejauh ini KKP Dumai, belum menemukan kasus Cacar Monyet pada Anak buah kapal (ABK) pada kapal kapal dari luar negeri‎ yang berada di perairan Dumai.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: CandraDani
istimewa
Pemeriksaan dokumen kesehatan terhadap penumpang yang baru datang dari Malaysia di Pelabuhan Internasional Dumai 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Menindaklanjuti Surat Edaran dari kementerian kesehatan Republik Indonesia, direktorat jendral pencegahaan pengendalian penyakit Nomor. HK.02.02/C/2752/2022 ‎tentang kewaspadaan terhadap penyakit Monkeypox atau Cacar Monyet di negara Non endemis, Kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Kelas II Dumai, lakukan langkah langkah pencegaan.

Kepala KKP Kelas II Dumai, Ismail Bakhri Siregar melalui ‎Koordinator substansi pengendalian Karantina dan Surveilans Epidomilogi Azuar Nazar mengungkapkan bahwa berdasarkan surat edaran kementerian kesehatan Republik Indonesia, direktorat jendral pencegahaan pengendalian penyakit Nomor. HK.02.02/C/2752/2022 ‎pihaknya lebih mengetatkan kewaspadaan terhadap penyakit Monkeypox atau Cacar Monyet.

Ia menambahkan, sejauh ini KKP Dumai, belum menemukan kasus Cacar Monyet pada Anak buah kapal (ABK) ataupun penumpang kapal-kapal dari luar negeri‎ yang berada di perairan Dumai.

"Sejauh yang ini kami tidak menemukan ada ABK dari luar negeri yang terpapar Cacar Monyet, dan mudah mudahan tidak ada yang terjangkit ketika berada di Dumai," katanya, Kamis (25/8/2022).

‎Azuar menerangkan, tidak hanya terhadap ABK, pihanya juga tidak menemukan penumpang dari luar negeri yang datang ke Dumai, terpapar Cacar Monyet.

Dijelaskannya, khusus untuk ABK dari luar negeri, sebelum masuk ke perairan Dumai, pihaknya lebih dulu melakukan pemeriksaan secara visual apakah ada tanda tanda terjangkit Cacar Monyet, jika ditemukan tanda tanda pihkanya akan melakukan observasi, melakukan tes anti gen dan ‎PCR.

"Jadi tanda tandanya, jika ada Ruam Angkut dibadan, sakit kepala, demam Akut diatas 38,5 derajat celcius, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit punggung dan kelemahan tubuh," katanya, Kamis (25/8/2022)

Azuar menjelaskan, jika ada ABK yang memiliki gejala klinis Cacar monyet, akan dilakukan proses isolasi dengan berkoordinasi dengan RSUD setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Cacar monyet ini bisa menular melalui kontak fisik, seperti bersentuhan kulit, untuk itu perlu adanya pemahaman terkait cacar monyet ini," sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dr. Syaiful menegaskan, bahwa di kota Dumai, tidak ditemukan adanya kasus Cacar Monyet, baik di RSUD maupun ditempat lainnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat, ‎jika menemukan gejala gejala kelinis terkait cacar monyet agar segera menghubungi Dinas kesehatan atau Puskesmas terdekat.

"‎Jadi perlu diketahi, gejala cacar monyet ini dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved