Breaking News:

Harga TBS Sawit Riau

Faktor Eksternal Kanaikan Harga TBS di Riau Periode 31 Agustus-6 September 2022

Faktor eksternal mempengaruhi kenaikan harga TBS di Riau periode 31 Agustus-6 September 2022.

Penulis: Rino Syahril | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Faktor eksternal mempengaruhi kenaikan harga TBS di Riau periode 31 Agustus-6 September 2022. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Faktor eksternal mempengaruhi kenaikan harga TBS di Riau periode 31 Agustus-6 September 2022.

Diperpanjangnya pungutan Pajak Ekspor CPO nol (0) persen hingga 31 Oktober dan terus naiknya harga CPO dunia membuat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Riau terus naik.

Pekan ini harga TBS di Riau naik diseluruh kelompok umur dan tertinggi naiknya di kelompok umur 10 tahun sampai 20 tahun sekitar Rp 113,69 per kilogram.

Sehingga harga TBS di Riau untuk kelompok umur 10 tahun sampai 20 tahun pekan ini sekitar Rp 2.551,33 per kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan pada penetapan ke 34 bulan Agustus 2022 (periode 31 Agustus-6 September 2022) ini harga TBS di Riau naik 4,66 persen dari pekan lalu.

"Naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau Ir Zulfadli melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (30/8/2022).

Dari faktor eksternal kata Defria lagi naiknya TBS di Riau karena harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) acuan pada pekan ini terpantau masih melesat.

Sepanjang pekan ini, harga CPO di bursa Malaysia untuk kontrak November 2022 melesat 1,93 persen secara point-to-point (ptp).

Sejatinya, karakteristik CPO yakni kerap dipengaruhi oleh laju harga minyak saingan seperti minyak kedelai.

Harga minyak kedelai di Dalian ditutup naik 0,85 persen, sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade berakhir naik 0,12 persen .

Fitch Solutions melihat akan ada penurunan pada persediaan CPO Indonesia dari sebelumnya yang sempat membengkak.

Selain itu, dari sisi permintaan, India dan China diproyeksikan akan meningkatkan permintaannya pada CPO hingga di akhir 2022.

Sementara itu dari Indonesia, pemerintah telah memperpanjang kebijakan pembebasan pungutan untuk ekspor minyak sawit hingga 31 Oktober 2022.

Sebelumnya, pemerintah telah membebaskan pungutan ekspor CPO pada 15 Juli hingga 31 Agustus 2022, tapi kemudian kembali memperpanjang durasi kebijakannya.

Kebijakan pemerintah Indonesia tentunya sangat berpengaruh terhadap pergerakan CPO dunia karena Indonesia merupakan eksportir terbesar di dunia. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved