Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Cemburu Melanda, Ajakan Berhubungan Badan Ditolak, Siswi SMA Mengenaskan Dimutilasi Oleh Pacarnya

Kasus mutilasi oleh seorang remaja terhadap pacarnya yang masih SMA di Desa Barua, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng

Tribunnews
Foto Hanya Ilustrasi 

TRIBUNPEKABNBARU.COM - Makin mengkhawatirkan saja prilaku remaja jaman sekarang.

Aksi mereka sungguh tidak mencerminkan remaja seusianya.

Saharusnya mencari jati diri, namun malah melakukan perbuatan kriminal yang sangat sadis.

Hal itulah yang dilakukan oleh seorang pemuda yang membunuh pacarnya dengan sadis. Begini kronologinya.

Polisi mengungkap kronologi kasus mutilasi siswi SMA di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Seperti diketahui korban berinisial M (16) yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA dimutilasi oleh pacarnya A (17). 

Kepala Polres Bantaeng, AKBP Andi Kumara mengungkapkan jasad korban M ditemukan di pinggir Sungai Biangloe, Dusun Barua, Desa Barua, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng pada Minggu (11/9/2022) oleh pengunjung wisata sungai.

Saat ditemukan, kaki hingga betis sebelah kanan terpisah dari tubuh korban. Sementara kepalanya telah menjadi tengkorak.

Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan secara maraton hingga berhasil mengungkap pelaku kurang 12 jam.

"Pelaku, A merupakan pacar korban langsung dijemput di rumahnya. Pelaku telah mengakui semua perbuatan telah membunuh korban dan kini telah diamankan di Polres Bantaeng," katanya.

Andi mengungkapkan motif pembunuhan tersebut adalah karena pelaku sakit hati. Dia membunuh korban karena merasa dikhianati. Menurut pelaku, korban mempunyai pacar baru dan menolak diajak berhubungn badan.

"Pelaku menghabisi korban karena cemburu dan sakit hati. Pelaku sempat menanyakan kepada korban yang telah mempunyai pacar baru. Pelaku sempat mencium korban dan mengajaknya berhubungan badan, namun ditolak dengan alasan sedang menstruasi. Korban kemudian mengakui bahwa telah mempunyai pacar baru hingga menyulut emosi pelaku," ungkapnya.

Percekcokan pun terjadi hingga akhirnya pelaku mencekik leher korban dari belakang menggunakan lengan kanan yang ditarik pakai tangan kiri. Korban kemudian tak sadarkan diri.

Selanjutnya, pelaku menganiaya dengan memukul kepala bagian belakang menggunakan batu sungai untuk memastikan korban telah tewas.

"Pelaku kemudian mengangkat dan memindahkan tubuh korban ke tempat yang tersembunyi agar tidak dapat dilihat oleh orang lain. Pelaku mengakui memotong kaki korban menggunakan batu setelah korban telah meninggal dunia," bebernya.

Andi mengatakan bahwa kasus pembunuhan ini terjadi pada 1 September 2022 lalu, saat korban dilaporkan hilang oleh orangtuanya. Ketika itu, pelaku bersama korban pergi ke Permandian Eremerasa berboncengan motor.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved