Kamis, 14 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Pelalawan

Waduh, Serapan APBD Pelalawan Masih 44 Persen Hingga September Ini, BPKAD Minta OPD Lakukan Ini

Realisasi belanja APBD Pelalawan masih 46,76 persen, Rp 833 M dari total Rp 1,6 T. Masih ada separuh angggaran belum diserap sampai bulan September.

Tayang:
Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Wakil Bupati Pelalawan H Nasarudin SH MH menyerahkan KUA-PPAS tahun anggaran 2023 ke pimpinan DPRD pada Selasa (30/8/2022) lalu di ruang paripurna dewan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 tampaknya masih di bawah target hingga Bulan September ini. Padahal masa penggunaan APBD tinggal empat bulan lagi.

Berdasarkan data milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, realisasi belanja daerah masih 46,76 persen atau Rp 833 Miliar dari total APBD Rp 1,6 Triliun.

Artinya masih ada separoh anggaran lain yang belum terserap sama sekali sampai bulan kesembilan tahun berjalan. Ini harus direalisasikan hingga akhir Desember mendatang.

"Target kita seharusnya sudah 50 persen lebih, tapi tidak jauh dari realisasi. Kondisinya memang seperti ini setiap tahun," tutur Kepala BPKAD Pelalawan, Devitson Saharuddin SH MH kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (14/9/2022).

Devitson mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan lambatnya serapan anggaran tahun 2022.

Diantaranya, adanya proyek milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum dilelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan.

Selain itu, sebagian kegiatan masih dalam masa tender, serta sebagian besar tengah dalam pengerjaan oleh kontraktor pemenang lelang. Sehingga proses pencairan dana kegiatan masih minim.

Disamping itu, sebagian program kegiatan OPD mengalami kesalahan nomor rekening dan nama nomenklatur.

Alhasil tidak bisa dilaksanakan dengan cepat dan harus melalui perubahan anggaran terlebih dahulu. Kondisi ini juga turut menyebabkan lambatnya realisasi APBD.

"Kita minta OPD segera jalankan kegiatan, jangan ditunda lagi. Untuk pekerjaan yang sudah selesai, langsung diurus pencairannya. Jadi serapan anggaran meningkat," beber Devitson.

Mantan Kabag Hukum Setdakab Pelalawan ini menyampaikan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sedang merampungkan penyusunan rancangan APBD Perubahan 2022.

Drafnya akan diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam pekan ini untuk segera dibahas dan disahkan. Melalui perubahan anggaran ini, diharapkan realisasi APBD semakin tinggi.

"Memang setiap tahun, pada akhir-akhir realisasi akan melonjak. Karena semua proyek sudah selesai dan tahap pencarian," pungkasnya.

Selain serapan anggaran yang belum sesuai harapan, realisasi lelang proyek di lingkungan Pemda Pelalawan juga tampaknya belum berjalan maksimal hingga September Ini.

Dari data milik Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pelalawan, pada pekan pertama Bulan September ini sudah 103 paket lelang yang masuk ke BPBJ.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved