Breaking News:

Relawan Jokowi Teriak Tiga Periode, Pengamat Politik: Agar Dapat Jatah Wamen

Pengamat politik Hendri Satrio menduga nama Jokowi akan kembali muncul sebagai nama calon presiden (capres) yang paling diharapkan rakyat.

REUTERS/Darren Whiteside
Presiden Joko Widodo dan istri usai memberikan suaranya di Pilpres 2014 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pro Jokowi (Projo) bakal menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) II di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (2/10/2022) mendatang.

Namun Musra II itu dinilai penuh dengan kejanggalan, seperti pada Musra I.

Pengamat politik Hendri Satrio menduga nama Joko Widodo ( Jokowi) akan kembali muncul sebagai nama calon presiden ( capres) yang paling diharapkan rakyat.

Diketahui, pada hasil Musra I di Bandung, Jawa Barat, pada akhir Agustus 2022, Jokowi menjadi capres harapan rakyat yang paling unggul.

Wajar saja, karena semua peserta Musra adalah para relawan atau loyalis Jokowi, bukan tokoh lain.

Sebab itu, Musra tersebut tak membawa aspirasi rakyat, karena yang mendukung Jokowi tiga periode hanya sebatas relawan saja.

"Marilah kita clear-kan, to be honest, to the point lah. Sudah, Musyawarah Rakyat ini adalah musyawarah relawan Jokowi yang ingin Jokowi lagi," ujar Hendri dalam acara diskusi Total Politik di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2022).

Ia menduga Musra digelar untuk mengamankan posisi atau jabatan relawan di pemerintahan Jokowi.

Hendri menyebut masih ada relawan Jokowi lain yang juga ingin mendapat jabatan sebagai wakil menteri.

Menurutnya, saat ini sudah ada satu relawan Jokowi yang menjadi wakil menteri.

Sehingga, jika Jokowi menjadi Presiden tiga periode, maka relawannya itu akan mendapat posisi strategis lagi.

"Jadi Musyawarah Rakyat ini bukan lagi mencari pemimpin. Ini sudah pasti hasilnya ujungnya Jokowi. Enggak mungkin hasilnya orang lain. Pasti Jokowi. Enggak mungkin kemudian tiba-tiba hasilnya Anies Baswedan atau Puan Maharani," tuturnya.

Sehingga, kata Hendri, apabila pada hasil Musra II di Makassar nanti nama yang keluar sebagai capres yang paling diharapkan rakyat adalah Jusuf Kalla, maka Musra akan berhenti dan tidak dilanjutkan lagi lantaran bukan nama Jokowi yang keluar.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI Fraksi Demokrat Irwan Fecho mengaku sudah curiga dengan Musra sejak pertama kali didirikan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved