Breaking News:

Berita Riau

Usai Laporkan Oknum Polwan Dugaan Pengeroyokan, Giliran Wanita Ini Dilaporkan Terkait Dugaan ITE

Wanita berinisial RAK (27), korban pengeroyokan oleh oknum Polwan berpangkat Brigadir inisial IDR dan ibunya YUL, kini malah dilaporkan

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Istimewa
Wanita berinisial RAK (27), korban pengeroyokan oleh oknum Polwan berpangkat Brigadir inisial IDR dan ibunya YUL, kini malah dilaporkan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wanita berinisial RAK (27), korban pengeroyokan oleh oknum Polwan berpangkat Brigadir inisial IDR dan ibunya YUL, kini malah dilaporkan terkait dugaan pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, RAK melaporkan pengeroyokan yang menimpanya ke Polda Riau.

Terlapor oknum Polwan berinisial IDR yang diketahui berdinas di BNNP Riau, serta ibunya YUL, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Riau, selaku pihak yang menangani perkara.

Tersangka IDR, sudah ditahan di tempat khusus tahanan Bidang Propam Polda Riau. Selain terjerat tindak pidana, IDR juga dinyatakan telah melanggar kode etik kepolisian atas perbuatan yang dilakukannya.

Baca juga: Polwan Aniaya Wanita di Riau Ditetapkan Tersangka, Oknum Polwan Riau Diperiksa Propam Polda Riau

Baca juga: Oknum Polwan di Riau dan Ibunya Tersangka Dugaan Penganiayaan, Kasus Jadi Perhatian Khusus Kapolda

Sementara ibu IDR, yakni YUL, tidak ditahan. Hal ini atas dasar pertimbangan yang dimiliki penyidik. Salah satunya yaitu alasan kemanusiaan, dimana tersangka YUL harus mengurus cucunya, yang tak lain adalah anak tersangka IDR.

Disebut-sebut, pengeroyokan yang terjadi dilatarbelakangi motif ketidaksenangan tersangka IDR terhadap korban RAK, yang berpacaran dengan adik tersangka.

Sekarang, RAK juga harus berhadapan dengan kasus hukum usai dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Riau, terkait dugaan melanggar UU ITE.

Informasinya, RAK dilaporkan pada Jumat (23/9/2022) lalu.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ferry Irawan, membenarkan perihal adanya pihak yang melaporkan korban penganiayaan itu.

"Iya, ada pengaduan. Kita masih melakukan pendalaman terhadap (dugaan) tindak pidana ITE-nya. Nanti perkembangannya dikabarin ya," kata Ferry saat dikonfirmasi tribunpekanbaru.com, Senin (26/9/2022).

Ditanyai siapa yang melapor, Ferry tak mengungkap secara gamblang.

"Ada pelapornya lah, temannya kayaknya," tutur Ferry.

Beredar informasi, pelaporan berkenaan dengan dugaan pelanggaran UU ITE ini, menyangkut dengan peredaran video.

Ketika disinggung soal hal itu, Ferry menyatakan pihaknya masih akan mendalami.

"Ya kita dalami dulu lah, saya belum berani ngomong. Penyidik juga belum bisa menentukan gimana," bebernya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved