Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Pelalawan

Update Normalisasi Sungai Kerinci, Dilebarkan Hingga 20 Meter untuk Antisipasi Banjir di Musim Hujan

Normalisasi Sungai Kerinci telah berlangsung sejak 2 bulan lalu dimulai dari bagian hulu Sungai Kerinci yang terhubung langsung dengan Sungai Kampar.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan terus melakukan normalisasi Sungai Kerinci yang terbentang di Kecamatan Kerinci hingga Kamis (29/9/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan terus melakukan normalisasi Sungai Kerinci yang terbentang di Kecamatan Kerinci hingga Kamis (29/9/2022).

Proses normalisasi Sungai Kerinci telah berlangsung sejak dua bulan lalu yang dimulai dari bagian hulu Sungai Kerinci yang terhubung langsung dengan Sungai Kampar.

Saat ini proses normalisasi terletak di bagian sungai yang terletak diantaran jembatan kembar Jalan Sultan Syarif Hasyim dan Jalan Abdul Jalil yang berada di dekat areal kantor Bupati dan DPRD Pelalawan serta komplek perkantoran Bhakti Praja.

Normalisasi dikebut menjelang musim hujan yang berpotensi menyebabkan banjir dan genangan air.

"Sampai sekarang alat berat kita terus bekerja menormalisasi Sungai Kerinci. Target kita tuntas sampai sepanjang sungai yang membelah Kota Pangkalan Kerinci," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Joko Sutiardi ST kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (29/9/2022).

Joko Sutiardi menerangkan, untuk menormalisasi Sungai Kerinci Dinas PUPR menurunkan alat berat jenis eskavator.

Sebelumnya ada dua eskavator yang diterjunkan untuk memperluas dan mengeruk sungai yakni jenis long arm dan amphibi..

Eskavator Long arm mengalami insiden dua pekan lalu yang terjebak di dalam lumpur selama empat hari hingga berhasil ditarik kembali.

Saat ini alat tersebut dalam proses perbaikan agar bisa digunakan kembali.

Alhasil tinggal eskavator amphibi yang bekerja memperluas dan memperdalam Sungai Kerinci.

Joko menjelaskan, normalisasi Sungai Kerinci sebenarnya untuk mengembalikan bentuk sungai ke wujud semula.

Pasalnya, luas awal sungai mencapai 15 sampai 20 meter, tetapi karena banyaknya tanaman air seperti kumpai dan proses alam akhirnya menyusut dan kian menyempit.

Hal itulah yang membuat tangkapan air pembuangan dari parit dan drainase semakin kecil hingga berakibat munculnya genangan air.

"Ini langkah kita meminimalisir banjir di Kota Pangkalan Kerinci. Kalau sungai semakin lebar dan dalam, volume tangkapan air semakin besar dialirkan ke Sungai Kampar," paparnya.

Sekretaris Dinas PUPR ini menambahkan, selain pembersihan Sungai Kerinci tim Dinas PUPR juga masih melakukan perbaikan drainase dan parit di beberapa titik di Kota Pangakalan Kerinci.

Sebagian dibongkar karena tertutup bangunan, ada yang dikeruk lantaran tersumbat, dan ada juga parit dibangun baru.

Termasuk juga pembanguan box culvert yang selama ini tempat genangan air.

"Jadi saat musim hujan sudah bisa diantisipasi. Mudah-mudahan banjir dan genangan air berkurang," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved