Kisah Nabi Ilyas: Kesesatan Bani Israil, Samiri hingga Mukjizat Nabi Ilyas
Kisah Nabi Ilyas yang berisi tentang kesesatan Bani Israil dan azab untuk Bai Israil serta penyesatan Samiri hingga mukjizat Nabi Ilyas .
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut kami paparkan Kisah Nabi Ilyas yang berisi tentang kesesatan Bani Israil dan azab untuk Bai Israil serta penyesatan Samiri hingga mukjizat Nabi Ilyas .
Dalam Kisah Nabi Ilyas ini juga akan dijelaskan tentang Nabi Ilyas adalah keturunan keempat Nabi Harun a.s dengan nama lengkap Ilyas bin Finhash bin Azar bin Harun bin Imran bin Qahits bin Aziz bin Laway bin Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim.
Juga, dalam Kisah Nabi Harun ini akan dipaparkan Nabi Ilyas diutus oleh Allah SWT untuk mengingatkan kaum Bani Israil yang membangkang karena menyembah berhala dan tidak mau menyembah Allah SWT.
Nabi Ilyas berdakwah agar umatnya meninggalkan kebiasaan buruknya yaitu menyembah berhala.
Kaumnya tidak pernah menghiraukan ajakan Nabi Ilyas padahal Nabi Ilyas sudah berulang kali mengingatkan.
Kaum tersebut tidak peduli dengan ajakan yang disampaikan Nabi dan rasulnya.
Mereka tetap hidup berfoya-foya, bermewah-mewahan dan menghamburkan harta, bahkan terang-terangan menciptakan tuhan baru.
Mereka menyembah berhala yang terbuat dari emas dan diberi nama Ba’al.
Ba’al dianggap oleh mereka sebagai tempat perlindungan, tempat meminta serta memohon pertolongan.
Kaumnya ini rela mendaki gunung demi memohon kepada Ba’al karena mereka menempatkan Ba’al di atas gunung Karmal, seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an surat As-Saffat (37: 123-13.
Nabi Ilyas khawatir kejadian dari kaum Bani Israil ini membuat Allah murka.
Nabi Ilyas selalu mengingatkan agar umatnya terhindar dari kemusyrikan.
Sudah tiga tahun tidak ada hujan di lingkungan kaum Bani israil dan Nabi Ilyas pun mendapatkan wahyu dari Allah “Hai Ilyas, pergilah kepada mereka dan beritahukanlah bahwa tidak lama lagi akan turun hujan di Bani Israil ini”.
Maka Nabi Ilyas pun mendatangi mereka tetapi mereka tetap saja membangkang dan malah mengatakan Nabi Ilyas si pengacau.
Nabi Ilyas pun menjawab “Saya bukan pengacau, justru kalianlah, mengapa menyembah berhala Ba’al? kalian telah melanggar perintah Allah SWT”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kisah-nabi-ilyas-kesesatan-bani-israil-samiri-hingga-mukjizat-nabi-ilyas.jpg)