Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Nabi yang Bergelar Singa Allah Siapa? Simak Kisah Nabi Idris yang Cerdas

Nabi yang bergelar Singa Allah siapa? Dialah Nabi Idris, lantas mengapa ia digelari Singa Allah , maka simak Kisah Nabi Idris yang cerdas di bawah ini

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Kompas.com
Nabi yang Bergelar Singa Allah Siapa? Simak Kisah Nabi Idris yang Cerdas 

Nabi Idris merupakan manusia pertama yang bisa membaca dan menulis. Hal itu dijelaskan dalam QS. Al-Alaq:4-5. Surat tersebut mengisahkan Nabi Idris adalah manusia pertama yang mengajarakan cara menulis dan membaca kepada umat manusia. Allah SWT memberikan banyak ilmu pengetahuan yang berlimpah. Selain membaca dan menulis, Nabi Idris juga pandai merawat kuda, paham ilmu falaq atau perbintangan hingga pandai matematika atau ilmu berhitung. Karena mukjizat yang diberikan Allah itu lah Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang cerdas, pandai, dan bijaksana.

Nabi Idris Pandai Ilmu Perbintangan

Pengetahuan Nabi Idris sangat luas karena dia rajin mengkaji dan mempelajari banyak hal, termasuk segala hal yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Adam. Selain itu, Nabi Idris juga sangat tertarik dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi di muka bumi. Oleh sebab itulah, banyak yang bertanya kepadanya apabila terjadi fenomena alam tertentu. Nabi Idris sering menjadi rujukan terhadap suatu permasalahan.

Nabi Idris dikenal sebagai ahli perbintangan. Dia adalah orang yang pertama kali memanfaatkan rasi bintang sebagai penunjuk arah, waktu yang tepat untuk bercocok tanam, hingga memperkirakan kondisi cuaca. Nabi Idris juga memiliki keterkaitan dengan bangsa Sumeria. Sebab, beberapa penelitian membuktikan bangsa Sumeria juga mempelajari ilmu perbintangan untuk mengetahui waktu bercocok tanam yang baik. Misalnya, rasi bintang Taurus yang dipercaya sebagai masa awal musim semi dan cocok untuk menanam. Sementara, rasi bintang Virgo digunakan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan panen.

Nabi Idris Jadi Manusia Pertama yang Bisa Membuat Pakaian

Sebelum Nabi Idris terlahir di dunia, manusia sebelumnya terbiasa membuat dan memakai kulit binatang sebagai pakaian. Nabi Idris diberikan Allah mukjizat berupa orang pertama yang bisa menjahit kulit binatang menjadi baju layak pakai. Saat ada waktu luang, Nabi Ibrahim menjahit pakaian lalu diberikan kepada kaum fakir miskin.

Nabi Idris Jadi Manusia Pertama yang Bisa Menulis

Nabi Idris juga dikenal sebagai manusia pertama yang bisa menulis menggunakan pena. Bahkan, para ilmuwan pernah menemukan beberapa potongan naskah kuno yang diklaim berkaitan dengan Nabi Idris. Naskah itu bernama Kitab Henokh. Salah satu kisah dalam kitab itu adalah tentang peradaban tertua di bumi Lemuria, Atlantis yang hilang ditelan bumi. Selain itu, prediksi tentang banjir besar yang akan terjadi di muka bumi. Para ilmuwan itu menduga Kitab Henokh tersebut ditulis oleh Nabi Idris.

Kisah Nabi Idris Merasakan Mati dan Hidup Lagi

Pada suatu malam, Nabi Idris kedatangan tamu seorang pria. Dia membawa sangat banyak buah-buahan. Nabi Idris tidak sadar, pria tersebut adalah Malaikat Izroil yang menyamar. Nabi Idris menawarkan makanan itu kepada Izroil, namun ditolak. Pada akhirnya, mereka berbincang-bincang dan berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar. Setelah empat hari bersama dan sudah cukup akrab, Nabi Idris mulai curiga dengan sang tamu. Sebab, tamu itu tidak menyentuh jamuannya sama sekali. Nabi Idris lantas  mengajukan pertanyaan karena diliputi rasa penasaran.

“Maaf Ya Nabi Allah. Aku sebenarnya adalah Malaikat Izroil,” jawab sang malaikat.

Tentu saja Nabi Idris terkejut mendengarnya, sebab Malaikat Izroil bertugas mencabut nyawa manusia. “Kau sudah empat hari bersamaku. Apakah kau sedang bertugas untuk mencabut nyawa makhluk di dunia ini?”

“Wahai Idris, selama empat hari ini memang banyak sekali nyawa yang telah kucabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku. Kuambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap makanan.”

“Lantas apa maksud kedatanganmu kemari? Apakah kau ingin mencabut nyawaku?”

Malaikat Izroil menggeleng. “Tidak, Ya Idris. Kedatanganku memang untuk mengunjungimu karena saya rindu dan Allah telah memberikan izin.”

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved