Breaking News:

Asean Cyber Security Skilling Programme Tingkatkan Kapasitas Pemuda-pemudi Indonesia Bersosial Media

Bullyid Indonesia menggelar Asean Cyber Security Skilling Programme, Jumat (21/10/2022).

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ariestia
Istimewa
Bullyid Indonesia menggelar Asean Cyber Security Skilling Programme, Jumat (21/10/2022). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bullyid Indonesia menggelar Asean Cyber Security Skilling Programme, Jumat (21/10/2022).

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda-pemudi dalam bersosial media ini bekerja sama dengan Universitas Islam Riau.

Kegiatan ini dihadiri oleh Eksekutif Direktur Bullyid Indonesia Agita Pasaribu, Anggota DPR RI Achmad, Wakil Rektor UIR Firdaus serta Kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekanbaru Chairani. Kegiatan ini juga diikuti ratusan mahasiswa dan mahasiswi UIR.

Agita menyebut, acara ini sendiri diadakan untuk mengingkatkan pemahaman tentang keamanan siber, mengingat di era digital seperti saat ini kemampuan siber sangat penting tertuama di kalangan mahasiswa.

"Ini merupakan kegiatan yang digagasi oleh Asean Foundation yang didukung oleh Microsoft. Kami bullyid Indonesia sebagai pelaksana dari program khususnya di Kota Pekanbaru bekerjasama dengan Universitas Islam Riau,"ujar Agita Pasaribu.

Kata dia, tujuan dari Asean Cyber security Skilling Programme sebetulnya adalah untuk meningkatkan kapasitas pemuda-pemudi Indonesia. Beberapa waktu terakhir, sering ada pemberitaan tentang kebocoran data pribadi. Untuk itu, Bullyid hadir memberikan edukasi bagaimana agar pemuda-pemudi bahwa hal itu berbahaya bagi dirinya.

"Kita mungkin sering dengar adanya kebocoran data pribadi, kemudian banyak kasus-kasus berbasis gender online yang didasari karena lemahnya pendidikan terkait dengan Cyber Security. Password dikasih ke orang, kemudian data pribadi disebar di sosial media tanpa mereka tahu itu sebetulnya bisa menjadi lock full bagi hacker," ujar dia.

Kondisi seperti itu, sebut dia, bisa saja dimanfaatkan oleh orang untuk menjatuhkan harkat dan martabat korbannya.

"Bagi yang mereka kenal di sarana online untuk menjatuhkan harkat martabat atau memberikan pencemaran nama baik kepada korbannya,"ujarnya.

Sementara itu, Achmad mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai, kegiatan ini sangat tepat dalam kondisi digitalisasi saat ini.

"Acara ini saya kira sangat bagus dan tepat karena situasi dan kondisi remaja kita saat ini banyak persoalan terutama di bidang IT,"jelas Achmad.

Lanjut dia, kegiatan ini ditujukan untuk anak muda bagaimana cara dia melindungi diri supaya tidak terserang siber yang menjadi konflik dan menggangu dia sendiri.

Ia menambahkan, dengan adanya acara ini anak muda tahu strategi apa yang dilakukan. Sehingga jika ada serangan siber, mereka sudah tahu bagaimana cara mengatasinya.

"Ini sangat penting terhadap generasi muda kita," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIR Firdaus AR mengatakan acara ini acara tepat bagi generasi muda terutama mahasiswa. Apalagi mereka yang juga konsen di teknologi informasi.

"Kita tidak dapat mengelakkan aktivitas di dunia maya sudah sangat luas pengaruhnya. Oleh karena itu, masing-masing orang harus memiliki kemampuan bagaimana bisa berinteraksi sosial dengan tepat,"ujarnya.

Kata dia, acara hari ini memberikan semacam pengetahuan yang berkaitan dengan itu. "Dengan pengetahuan ini bisa diminimalisir kejahatan di dunia maya," jelasnya. ( Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved