Breaking News:

Berita Dumai

1045 Ekor Sapi Binaan DKPP Dumai Sudah Divaksin PMK Tahap IV, Ternak Warga Belum Dapat

Sebanyak 1400 Vaksin PMK tahap keempat di Kota Dumai dari kementerian hingga saat ini sudah disuntikan ke 1045 ekor sapi.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: CandraDani
Istimewa
Petugas DKPP Dumai melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak sapi. 300 vaksin bantuan pemerintah pusat sudah disalurkan sebagai upaya pencegahan PMK. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Dumai, masih terus melaksanakan penyuntikan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) tahap ke Ketiga kepada hewan ternak berkuku belah.

Vaksinasi pada hewan hewan ternak berkuku belah milik masyarakat, sebagai upaya untuk menghindari wabah PMK pada Hewan ternak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, Nurzerwan mengungkapkan, untuk vaksin PMK tahap keempat dari kementerian sebanyak 1400 vaksin, hingga saat ini sudah disuntikan ke 1045 ekor sapi di kota Dumai.

"Vaksinasi saat ini DKPP masih mengutamakan kelompok peternak yang berada di binaan DKPP Dumai, dan untuk individu belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan dari vaksin itu sendiri, " katanya, Kamis (27/10/2022)

Lebihlanjutdijelaskanya, untuk realiasi vaksinasi PMK tahap ke empat, Dumai masih terus berlangsung, dan sejauh ini tidak ada kendala dalam proses vaksinasi.

Secara keseluruhan, tambahnya, Dumai, membutuhkan sekitar 5.000 vaksin, agar hewan ternak baik milik kelompok maupun masyarakat dapat divaksinasi seluruhnya.

Ke  5000 vaksin itu hanya terpenuhi untuk hewan sapi atau kerbau saja tidak termasuk kambing, domba dan babi.

"Target utama dilakukan vaksinasi ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi hewan ternak, jika ada ditemukan hewan ternak yang terinfeksi PMK, setidaknya penyebaran bisa dihentikan dengan vaksinasi," imbuhnya

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini Tim Satgas PMK ‎terus mengawasi hewan ternak, serta memperketat terhadap lalu lintas keluar masuk hewan berkuku genap atau belah yang sangat rentan terhadap penyakit PMK.

Dirinya menambahkan, ‎berdasarkan hasil laporan tenaga kesehatan yang turun ke lapangan untuk memonitoring hewan ternak yang ada di Kota Dumai, ada tiga hewan ternak sapi yang bergejala klinis penyakit PMK, atau Suspek, namun kondisinya sudah sehat.

Nurzerwan menerangkan, untuk sampel sudah diambil untuk dibawa ke laboratorium, sedangkan kondisi tiga hewan ternak yang suspek sudah sehat saat ini, meskipun begitu pihaknya tetap menganjurkan untuk memisahkan kandang dengan hewan ternak lainnya.

"Kita masih menunggu hasil lab, tapi sapi sudah bisa dikatakan sembuh," imbuhnya.

Diakuinya, langkah pencegahan yang pihaknya lakukan yakni gencar melakukan penyemprotan disinfektan ‎di kandang kandang hewan ternak, sekaligus melakukan monitoring kesehatan hewan.

Bukan hanya itu saja, tambahnya, Tim satgas PMK Dumai, juga gencar melakukan sosialisasi terkait PMK kepada para peternak.

"Kepada peternak agar selalu waspada dan cepat tanggap terhadap hewan ternaknya, apabila ada gejala mencurigakan terhadap hewat ternak segera laporkan kepada Dokter hewan, atau Dinas terkait," pungkasnya

( Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved