Breaking News:

AS Prihatin dengan Ancam Iran Terhadap Arab Saudi, Tak Ragu untuk Bertindak

Arab Saudi telah berbagi intelijen dengan AS untuk memperingatkan serangan yang akan segera terjadi dari Iran terhadap sasaran di kerajaan.

Editor: M Iqbal
ATTA KENARE / AFP
Bendera Iran/ 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Amerika Serikat (AS) memberikan reaksi setelah Iran mengancam Arab Saudi.

Juru bicara Gedung Putih mengatakan, AS prihatin pada ancaman Iran itu.

Bahkan disebutkannya AS tak akan ragu untuk menanggapi jika perlu.

Hal ini disampaikan juru bicara Gedung Putih, Selasa (1/11/2022), dilansir dari Reuters.

"Kami prihatin dengan gambaran akan ancaman, dan kami tetap berhubungan terus-menerus melalui saluran militer dan intelijen dengan Saudi," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional. Kami tidak akan ragu untuk bertindak membela kepentingan dan mitra kami di kawasan ini," tambahnya.

Pejabat itu berbicara setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Arab Saudi telah berbagi intelijen dengan Amerika Serikat untuk memperingatkan serangan yang akan segera terjadi dari Iran terhadap sasaran di kerajaan.

Kantor media pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Komandan tertinggi Pengawal Revolusi Iran, Hossein Salami, pada 20 Oktober mengeluarkan apa yang dia gambarkan sebagai peringatan kepada para pemimpin Saudi.

Saudi diperingatkan untuk tidak bergantung pada Israel dan menyebutkan "istana kaca" mereka.

Saudi sendiri telah menyetujui pakta yang ditengahi AS, tentang hubungan dengan Israel, pada tahun 2020.

Ini jadi sebuah langkah yang menciptakan poros anti- Iran regional baru.

Membuat inisiatif pembicaraan langsung dengan Teheran tahun lalu demi menahan ketegangan di tengah Teluk dan ketidakpastian atas komitmen AS di kawasan itu.

Saudi juga menyalahkan Iran atas serangan rudal dan pesawat tak berawak tahun 2019 di pabrik minyaknya, tuduhan yang masih dibantah Teheran.

Kekhawatiran terbaru juga datang saat hubungan Riyadh dan Washington menegang setelah aliansi OPEC+ yang dipimpin Saudi bulan lalu memutuskan memangkas target produksi minyak, yang menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan harga bensin di AS.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved