Minggu, 31 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hidupkan Kejayaan KUD dan UMKM, Aspekpir Hadirkan Bikopra

Bahkan KUD dianggapnya sebagai soko guru perekonomian negara, tapi sekarang sudah mulai redup kejayaan KUD tersebut

Tayang:
ist
Aspekpir Indonesia hadirkan program Bangun Industri Koperasi Rakyat Sejahtera (Bikopra) guna mendorong kembalinya kejayaan Koperasi Unit Desa (KUD) dan meningkatnya UMKM 

TRIBUNPEKANBARU, PEKANBARU - Buktikan komitmen untuk mendorong kembalinya kejayaan Koperasi Unit Desa (KUD) dan meningkatnya UMKM, Aspekpir Indonesia hadirkan program Bangun Industri Koperasi Rakyat Sejahtera (Bikopra).

Program ini resmi diluncurkan melalui gelaran bimbingan teknis (bimtek) UMKM Bikopra di Mutiara Hotel Pekanbaru, Senin (21/11) malam.

Gelaran ini sendiri dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar.

Pelaksanaan bimtek tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan. Yakni mulai 21 November-23 November 2022 nanti.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono menjelaskan program ini merupakan pola kemitraan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di Riau. Dimana pihaknya ingin kembali mendorong KUD dan UMKM kembali bergeliat di wilayah Riau.

"Selama ini kita telah membangun kelembagaan yang sangat bagus mulai dari kelompok tani KUD. Kita juga sama-sama merasakan waktu kejayaan KUD pada masa lalu," tuturnya.

Bahkan KUD dianggapnya sebagai soko guru perekonomian negara, tapi sekarang sudah mulai redup kejayaan KUD tersebut. Untuk itu Aspekpir sangat berharap kejayaan tersebut terulang kembali.

Menurutnya, KUD dan UMKM merupakan entitas usaha yang paling banyak di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkop dan UKM tahun 2018-2019 usaha mikro kecil menengah tercatat secara nasional mencapai 64,2 juta unit usaha. Angka itu jauh lebih besar dibanding usaha diskala besar yang hanya di kisaran 5.550 unit usaha.

Jumlah unit usaha mikro kecil menengah yang besar memiliki dampak strategis terhadap perekonomian Indonesia.

"Banyaknya pelaku usaha berdampak baik terhadap kemajuan bangsa, terutama jika pelaku usaha mengelola perkembangan bisnis yang dijalankannya dengan baik melalui bantuan teknologi yang tersedia saat ini. Salah satunya dengan kehadiran agribisnis pengelolaan limbah di areal sawit diintegrasikan dengan ternak sapi," bebernya.

Sementara untuk kesuksesan program ini pihaknya berharap dukungan dari intansi terkait. Seperti Dinas Koperasi, Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan.

Ada beberapa unit usaha yang bisa di lakukan KUD dan UMKM dalam program Aspekpir ini. Seperti pembuatan pakan ternak dari daun kelapa sawit, pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak, usaha kerajinan dari lidi sawit, jasa titipan ternak dan sebagainya.

Gubernur Riau, Syamsuar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut. Sebab program tersebut menjadi fasilitas bagi KUD dan Pelaku UMKM di Riau.

"Kita berharap program ini mampu menumbuh kembangkan industri UMKM berbasis petani kelapa sawit," terangnya.

Menurutnya industri perkelapasawitan indonesia beberapa bulan terakhir ini mengalami cobaan serius. Hingga berdampak juga terhadap harga pembelian tandan buah segar (TBS). Pemerintah sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved