Breaking News:

Ditelepon Ferdy Sambo, Kuat Maruf Mengaku Langsung Menangis, Apa yang Disampaikan Sambo?

Adapun Peristiwa pembunuhan Yosua disebut terjadi setelah cerita Putri Candrawathi yang mengaku dilecehkan Yosua di Magelang.

Ho/Puspenkum Kejagung
Kuat Maruf dan Bripka RR saat datang di Gedung Jaksa Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sidang Ferdy Sambo hari ini di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022).

Pada Sidang Ferdy Sambo hari ini, terdakwa Kuat Ma'ruf menyampaikan pengakuannya.

Salah satunya, Ia mengaku pernah ditelepon Ferdy Sambo untuk menceritakan peristiwa penembakan yang menewaskan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J secara apa adanya.

Hal itu disampaikan Kuat saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E dan Ricky Rizal.

Kuat mengatakan, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri itu menelfonnya ketika ia tengah diperiksa oleh Penyidik Bareskrim Polri.

"Kapan ditelepon?" tanya Anggota Majelis Hakim.

"Pas saya lagi diperiksa, saya masih yang (keterangan) bohongan itu. Sore penyidik saya ngomong 'Pak Kuat, ini Pak Ferdy mau ngomong', baru saya angkat," ungkap Kuat menirukan percakapannya dengan penyidik.

"Apa yang disampaikan?" tanya hakim.

"'Kuat ceritain apa adanya saja'," jelas Kuat menyampaikan perintah Sambo.

Kuat mengaku menangis ketika mendengar pernyataan itu keluar dari Sambo. Bahkan eks Kadiv Propam itu mengaku siap dipenjara akibat peristiwa penembakan tersebut.

"Waktu itu saya menangis, saya menangis pada saat itu. 'Pokoknya ceritain saja yang kamu tahu, cerita aja. Sudah, kita siap di penjara saja.' Di situ ada penyidik, saya direkam penyidik," tutur Kuat menirukan ucapan Sambo.

Adapun Peristiwa pembunuhan Yosua disebut terjadi setelah cerita Putri Candrawathi yang mengaku dilecehkan Yosua di Magelang.

Kemudian, Ferdy Sambo marah dan merencanakan pembunuhan terhadap Yosua yang melibatkan Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Akhirnya, Brigadir J tewas ditembak di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Atas perbuatannya, Richard Eliezer, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved