Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pentingnya Budidaya Ikan Endemik di Zaman Now: Meningkatkan Perekonomian, Mencegah Kepunahan

Selain meningatkan ekonomi, budidaya ikan turut menjaga kelestarian habitat ikan itu sendiri, khususnya ikan-ikan yang hampir punah.

tribunpekanbaru/firmaulisihaloho
Abdul Fatah, Kepala Laboratorium Perikanan Universitas Islam Riau (UIR) memberi makan Ikan Selais yang Ia kembangkan di UPT UIR Jalan Kasang Kulim Kubang Raya Pekanbaru. Dia meneliti dan mengembangkan Ikan Selais sejak tahun 2002 dan berhasil melakukan domestikasi. 

“Pernah satu waktu warga di sekitar Danau Tajwid, Kabupaten Pelalawan berseloroh, dulu itu Ikan Arwana sering lalu lalang di kaki mereka saat bermain ke danau. Tinggal bawa tangguk saja sudah dapat, lalu digoreng di rumah. Kalau sekarang, ikan ini kan hanya bisa dimiliki dan dinikmati sama orang kaya. Nah, kita tidak ingin kondisi serupa dialami Ikan Selais,”

Ungkapan di atas disampaikan Abdul Fatah, Kepala Laboratorium Perikanan Universitas Islam Riau (UIR).  Dia mulai meneliti dan mengembangkan Ikan Selais yang diambil dari perairan Sungai Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan sekitar tahun 2002.

Ditemui tribunpekanbaru.com, Selasa (29/11/2022) di UPT UIR Jalan Kasang Kulim Kubang Raya Pekanbaru, Dia menceritakan keberadaan Ikan Selais yang kini kian terancam.

Penyebabnya beragam. Mulai dari aktivitas penangkapan yang begitu masif, limbah yang merusak kualitas air hingga alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Sementara, kondisi tersebut tidak diiringi dengan pengembangan budidaya Ikan Selais. “Maka jangan heran apabila nantinya Ikan Selais hanya tinggal nama,” sambungnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau merilis populasi ikan selais diperairan Riau mengalami penurunan siginifikan, dari 1.110,3 ton pada tahun 2005 menjadi 879,7 ton pada tahun 2009. Penurunan ini juga terjadi di Ibukota Pekanbaru. Badan Pusat Statistik (BPS) Pekanbaru merincikan produksi Ikan Selais di perairan umum pada tahun 2018 yang mencapai 17,70 ton, pada tahun 2019 hanya 6,60 ton.

Abdul Fatah yang berhasil melakukan domestikasi Ikan Selais ini, kini sedang mengembangbiakkan sekitar lima ribu indukan berikut ribuan bibit yang siap dijual. Dia juga bersama pihak kampus beberapa kali mengadakan restocking Ikan Selais.

Di pasaran, harga Ikan Selais cukup tinggi dibanding ikan tawar lainnya. Satu kilogram Ikan Selais dihargai mulai Rp 80 ribu per kilogram. Sementara Ikan Selais Salai atau yang diasapi mulai Rp 180 ribuan per kilogram, tergantung dengan ukurannya.

Menurut riset Nurviana dkk pada tahun 2017, Ikan Selais mengandung gizi yang cukup tinggi. Penelitian yang dilakukan di laboratorium Biologi Universitas Pasir Pengaraian itu merincikan gizi Ikan Selais, yakni kandungan protein/1g 1,44 persen dan lemak/1g 1,25 persen.

Di Riau, Ikan Selais menjadi kuliner khas yang disajikan bagi tamu dari luar. Beberapa rumah makan dan hotel menyajikan menu ini sebagai andalan mereka.

Sementara untuk olahan terkenal Ikan Selais ini adalah metode pengasapan atau salai yang merupakan tradisi Melayu. Prosesnya yang unik memberikan cita rasa khas dan bisa bertahan lama. Sehingga Ikan Selais Salai menjadi oleh-oleh khas bagi mereka yang mengunjungi Bumi Lancang Kuning.

Ikan Selais selain dikonsumsi, juga kerap dipelihara di akuarium oleh penghobi ikan. Sebab, Ikan Selais memiliki pesona khas dengan kumis panjangnya. Bentuk badannya pipih dan transparan, memanjang tanpa sisik, dengan bentuk kepala menyerupai kerucut.

“Sebenarnya, jika budidaya Ikan Selais ini lebih digalakkan lagi bisa memberikan keuntungan karena permintaan pasar yang tinggi. Disamping itu, budidaya ini juga berguna untuk keberlangsungan habitatnya biar tidak punah dimakan zaman,” kata Abdul Fatah.

Untuk itu, Dia menyatakan siap membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang budidaya ikan ini. Juga berkolaborasi dengan instansi terkait..

“Saya ingin betul ikan lokal kita ini diangkat lagi. Jangan sampai masuk kategori dilindungi lah, karena kalau sudah ditetapkan, itu artinya sudah bahaya. Saya malah memimpikan Ikan Selais ini mendunia,” tegas Dia.

Ikan Selais cabe hijau
Ikan Selais cabe hijau (Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved