Kamis, 4 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Kampar

APBD Kampar 2023 Diminta Ditinjau Ulang, Anggota DPRD Ungkap Pengadaan Mobnas Ditutupi

APBD Kampar 2023 tanpaknya belum dapat diterima oleh sejumlah kalangan anggota DPRD. Muncul permintaan agar APBD 2023 ditinjau ulang.

Tayang:
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Rinal Maradjo
Authgram@seputarkampar
Gedung DPRD Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - APBD Kampar 2023 tanpaknya belum dapat diterima oleh sejumlah kalangan anggota DPRD. Muncul permintaan agar APBD 2023 ditinjau ulang.

APBD 2023 sudah disahkan akhir November 2022 lalu. Kalangan anggota DPRD Kampar mempersoalkan prosedur pembahasan di Badan Anggaran.

"Kalau Pak Gubernur tahu, bisa-bisa minta APBD Kampar ini ditinjau ulang. Suruh bahas lagi," kata seorang anggota DPRD Kampar dan juga anggota Banggar kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (8/12/2022) malam.

Politisi yang meminta identitasnya tidak dimuat ini mengaku miris dengan sikap Pimpinan DPRD dan Sekretariat DPRD dalam pengagendaan pembahasan APBD.

"Pembahasan di Banggar hanya sekitar 1 jam. Langsung dinyatakan sah. Padahal kita belum buka dokumen," katanya.

Baca juga: Ini Jenis Bencana yang Berpotensi Terjadi di Kampar pada Akhir Tahun, Kesiapsiagaan Dibagi 8 Klaster

Baca juga: Sah! UMK Kampar 2023 Ditetapkan, Segini Nilainya, Apindo Menolak

Ia meyakini belum satupun anggota Banggar telah mengamati rincian APBD 2023. Anggota Banggar hanya diberi dokumen dengan rincian angka bersifat global.

"Misalnya untuk anggaran pendidikan sekian. Untuk apa saja, sekolah mana yang diperbaiki, kita tidak tahu. Jangan-jangan dinas pun tidak tahu," ujarnya.

Anggota Banggar tidak diberi kesempatan membahas rincian APBD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sehingga anggaran di OPD terkesan gelondongan yang tidak jelas alokasinya.

"Masyarakat Kampar silakan saja semua anggota DPRD ini. Kemana saja alokasi APBD 2023. Saya jamin teman-teman tidak tahu," ujarnya.

Menurut dia, aturan terbaru memberi kewenangan penuh kepada Banggar untuk membedah APBD.

Tetapi Ketua DPRD, M. Faisal sekaligus Ketua Banggar melewatkan proses di Banggar.

Ia curiga ada yang ditutup-tutupi. "Nampaknya Ketua DPRD dan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) punya skenario sendiri," ungkapnya.

Ia mengindikasikan ada pengadaan kendaraan dinas berupa mobil yang sengaja ditutup-tutupi agar publik tidak tahu.

Sehingga tidak menimbulkan gejolak dan penolakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved