Berita Pelalawan
Harimau Mangsa Sapi Warga Pelalawan, Papan Peringatan Dipasang BKSDA di Kebun PT Serikat Putra
Berdasarkan hasil identifikasi Senin (5/12/2022) lalu, sapi warga yang mati di areal kebun pondok lll PT Serikat Putra dipastikan diterkam harimau.
Penulis: johanes | Editor: CandraDani
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau terus melakukan mitigasi di lokasi serangan harimau sumatera terhadap ternak warga di kebun kelapa sawit PT Serikat Putra Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan pada 3 Desember lalu.
Selama satu pekan tim BKSDA Riau yang diturunkan ke lokasi kejadian melakukan pemantauan badan identifikasi bersama manajemen perusahaan, perangkat desa, serta kepolisian setempat.
Berdasarkan hasil identifikasi pada Senin (5/12/2022) pekan lalu, didapati sapi warga yang mati di areal kebun pondok lll PT Serikat Putra dengan luka cakaran serta gigitan di tubuhnya.
Sapi besar itu dipastikan tewas dimangsa Si Belang, karena bekas luka yang ada.
Selain itu, ditemukan banyak jejak kaki binatang buas tersebut di sekitar lokasi bangkai ternak.
"Tim kita tidak menemukan jejak baru lagi di sekitar kebun PT Serikat Putra setelah identifikasi pekan lalu. Biasa saja karena hujan lebat, bekas kaki langsung hilang dan kabur," terang Kepala BKSDA Riau Genman Suhefti Hasibuan melalui Kabid Wilayah l Andri Hansen Siregar kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (12/12/2022).
Selain itu, lanjut Andri Hansen, tidak ada lagi interaksi negatif antara satwa yang dilindungi itu dengan ternak warga.
Perjumpaan dengan manusia, baik masyarakat desa atau pekerja, juga belum ada laporan pascakejadian.
Sehingga belum dapat dipastikan Si Raja Rimba itu masih berkeliaran di kebun sawit PT Serikat Putra atau telah kembali ke hutan yang menjadi habitatnya.
Tim BKSDA Riau dengan pihak perusahaan telah memasang papan peringatan di daerah perlintasan harimau.
Ada delapan titik papan imbauan yang didirikan pihak perusahaan berisi peringatan agar masyarakat berhati-hati karena di wilayah itu ada harimau sumatera yang berkeliaran.
Tim berencana akan memasang camera trap atau kamera jebak untuk memantau keberadaan Kuring besar tersebut.
Hanya saja pihak perusahaan belum bisa menyediakan perangkatnya, sedangkan kamera jebak milik BKSDA sedang digunakan di daerah mitigasi lainnya.
"Perusahaan tidak bisa mengadakan kamera trap, jadi tim sedang mencari kamera jebak yang tidak digunakan. Itu arahan kami yang terakhir. Perkembangan terbaru belum dilaporkan," beber Andri Hansen.
Ia menyebutkan, masyarakat desa pemilik ternak diminta agar memasukan ternaknya ke dalam kandang pada malam hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/papan-peringatan-di-sekitar-kebun-sawit-pt-serikat-putra.jpg)