Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Perampokan dan Pembunuhan di Langkat , Warga : Lepaskan Sebentar Pak, Biar Kami Hajar

Saking geramnya , warga Langkat sampai meminta polisi melepaskan pelaku untuk dihajar . Korban seoang ibu dan anaknya yang ditemukan tewas

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
tribun
Geram . Warga ingin menghajar pelaku perampokan di langkat 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Saking geramnya warga pada pelaku perampokan disertai pembunuhan di Langkat , sampai meminta polisi melepaskan pelaku .

Ya , warga meminta polisi melepskan pelaku sebenatar untuk dihajar .

"Lepaskan sebentar pak, biar kami hajar ' demikian suara warga yang tedengar saat pelku yang bernama Rahmat alias Memet digelandang oleh polisi.

Baca juga: Beredar CCTV Perampokan Rumah Wali Kota Blitar, Ada yang Sengaja Buka Gerbang, Siapa Dia?

Memet ditangkap polisi setelaah hasil penyelidikan dan pemeriksaan terbukti pelaku perampokan dan pembunuhan pada Karmila Simantupang dan anaknya yang berumur 4 tahun.

Kedua korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh warga sekitar . Warga kemudian menghubungi pihak kepolisian .

Hasil pemeiksan , ternyata sepeda motor dan handphone milik korban telah hilang .

Korban merupakan ibu tunggal yang tinggal di Lorong Mushala, Gang Pasir, Dusun II, Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Ia dibunuh oleh tetangga pada Rabu (14/12/2022).

Tak hanya membunuh Karmila, pelaku yang bernama Rahmat alias Memet juga membunuh anak Karmila berinisial R yang masih berusia empat tahun.

Baca juga: Perampokan di Rumah Dinas Wako Blitar, Teriakan Minta Tolong Satpol PP Terdengar oleh Warga

Motif pelaku membunuh Karmila dan anaknya karena ingin menguasai harta benda korban.

Polisi menyebut aksi pembunuhan tersebut terungkap saat tetangga curiga Karmila tak kunjung keluar rumah. Sementara kondisi rumahnya dalam keadaan gelap gulita.

Warga pun memeriksa pintu rumah yang ternyata dalam kondisi terkunci. Saat diintip dalam kamar, Karmila dan anaknya sudah terbujur kaku.

Pada Rabu pagi, warga pun mendobrak pintu rumah dan menemukan korban dan anaknya dalam kondisi tewas. Warga pun melapor ke kepala dusun dan dilanjutkan ke Polsek Pangkalan Brandan.

Dari hasil olah TKP, kedua korban tewas setelah dicekik. Selain itu ada beberapa barang korban yang hilang seperti motor dan juga ponsel.

Baca juga: Kondisi Walikota Blitar Santoso dan Istri, Feti Wulandari Pasca Perampokan dan Penyekapan

Dari hasil penyelidikan polisi, ternyata pembunuh Karmila Simatupang dan anaknya adalah Rahmat alias Memet yakni tetangga korban.

Polisi mendapati bukti berdasarkan keterangan saksi dan proses penyelidikan.

Rahmat kemudian ditangkap di kawasan Dusun III Alur Rejo, Desa Securai Selatan, Kecamatan Babapan pada Rabu (14/12/2022) sekira pukul 16.00 WIB.

"Pelaku diamankan beberapa jam setelah penemuan jenazah korban di rumahnya," Kasat Reskrim Polres Langkat, Iptu Luis Beltran.

Luis mengatakan, dugaan sementara pembunuhan dilatarbelakangi masalah perampokan karena motor dan HP korban hilang saat kejadian.

Baca juga: Perampokan di Tuban, IRT Disekap, Mulut Disumpal, Korban Alami Kerugian Rp 10 juta

"Selebihnya nanti disampaikan oleh bapak Kapolres langsung, biar nanti informasinya satu pintu," sebutnya.

Teriakan Korban

Informasi yang dihimpun Tribun-medan.com, saat kejadian korban diduga sempat teriak minta tolong.

Namun karena pada Selasa (13/12/2022) malam kondisi cuaca tengah diguyur hujan, warga pun tidak menyangka bahwa Karmila Simatupang sedang dirampok.

Warga baru tahu pagi hari, setelah Karmila ditemukan tewas bersama anak semata wayangnya.

Kuat dugaan, pelaku mengendap-endap masuk ke dalam rumah, setelah tahu bahwa korban hanya berdua dengan anaknya.

Ketika polisi menggelandang tersangka, warga pun merasa geram dengan ulah pelaku.

Bahkan, beberapa warga minta polisi agar melepaskan tersangka Rahmat alias Memet dalam sekejap.

"Lepaskan sebentar pak, biar kami hajar," kata warga.

Baca juga: Ini Peran 3 Tersangka Kasus Pembunuhan Disertai Perampokan Ibu dan Anak di Kuansing

Menurut warga perbuatan Memet itu terbilang sadis.

"Tega kali kau Met, kau bunuh juga anaknya," kata warga dalam potongan video penangkapan tersangka yang beredar di media sosial.

Warga pun juga meminta polisi agar menembak dengkul dari pada pelaku, agar pelaku bisa merenungi perbuatannya yang kejam dan sadis itu.

( Tribunpekanbaru.com )

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved