Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Arti Subhanallah dan Arti Masyaallah, Berikut Perbedaan Maknanya

Subhanallah dan Masyallah memiliki makna yang berbeda. Namun, tak sedikit orang yang sering terbalik ketika menempatkan ucapannya.

Editor: M Iqbal
tangkap layar youtube
Ilustrasi. Arti Subhanallah dan arti Masyaallah 

TRIBUNPEKANBARU.COM – Berikut arti Subhanallah dan Masyaallah.

Simak juga penjelasan tentang perbedaan antara Subhanallah dan Masyaallah.

Dua kata tersebut sering diucapkan dalam kesehari-harian.

Biasanya, Subhanallah dan Masyallah sering diucapkan ketika sedang terkejut.

Subhanallah dan Masyallah memiliki makna yang berbeda. Namun, tak sedikit orang yang sering terbalik ketika menempatkan ucapannya.

Meski tidak ada aturan yang memiliki hukum yang pasti, namun ada baiknya untuk mengetahui perbedaannya sehingga bisa menempatkan kalimat yang sesuai.

Untuk lebih jelasnya, dilansir dari beberapa sumber ini dia perbedaan Subhanallah dan Masyaallah.

Arti kalimat Subhanallah

Subhanallah dalam bahasa Arab yang berati Maha suci Allah. Kalimat ini merupakan kalimat tasbih yang disunnahkah dilafalkan ketika selesai melaksanakan sholat wajib.

Kalimat Subhanallah juga menjadi salah satu kalimat yang sering diucapkan ketika melihat atau mendengar keburukan atau hal yang tidak baik.

Kalimat Subhanallah juga bukan kalimat yang diucapkan untuk mendengar atau melihat hal-hal baik atau keindahan.

Dengan mengucapkan kalimat subhanallah menegaskan bahwa Allah SWT Maha Suci dari semua keburukan tersebut.

Imam Bukhari meriwayatkan, bahwa suatu hari lafal tasbih Subhanallah pernah diucapkan oleh Rasullulah saat menyaksikan peristiwa yang tidak diinginkan.

"Sebuah hadits diriwayatkan kepada kami di dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA bahwa suatu hari Nabi Muhammad SAW berpapasan dengannya saat masih junub di sebuah jalan di Madinah. Abu Hurairah lalu pergi diam-diam meninggalkan Rasulullah kemudian mandi bersuci. Rasulullah SAW sendiri mencari ke mana sahabatnya menghilang. Kamu tadi ke mana Abu Hurairah? tanya Rasulullah SAW setelah Abu Hurairah datang. Saat tadi kita bertemu, aku masih kondisi junub ya Rasul. ‘Aku enggan duduk bersamamu sebelum aku mandi’, jawab Abu Hurairah. Subhanallah, orang beriman itu tidak najis.”

Arti kalimat Masyaallah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved