Kartu Prakerja
Program Kartu Prakerja 2023 Tahap Pertama Dimulai di 10 Provinsi Ini, Sasar 1 Juta Orang
Kartu Prakerja pada 2023 akan dilakukan dengan skema normal dan diimplementasikan secara online, offline, atau hybrid.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kartu Prakerja pada 2023 skema normal tahap pertama akan menyasar 1 juta orang di 10 provinsi. Nominal bantuan pelatihan yang akan diterima peserta bertambah menjadi Rp 3,5 juta.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan biaya pengganti transportasi sebesar Rp 600.000 sekali bayar dan insentif pelatihan sebesar Rp 100.000.
Jika ditotal, setiap peserta akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 4,2 juta pada 2023.
Besaran ini lebih besar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 3,55 juta.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan adapaun 10 provinsi itu adalah:
1. DKI Jakarta
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. Jawa Timur
5. Kalimantan Barat
6. Sumatera Utara
7. Sulawesi Selatan
8. Bali
9. Nusa Tenggara Timur
10. Papua
Pelatihan Kartu Prakerja
Kartu Prakerja pada 2023 akan dilakukan dengan skema normal dan diimplementasikan secara online, offline, atau hybrid.
Kepala Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (PMO) William Sudhana belum bisa memastikan kapan pembukaan Kartu Prakerja 2023.
"Mengutip pernyataan Pak Menko bahwa Kartu Prakerja gelombang 48 akan dibuka di periode triwulan pertama tahun 2023," kata Sudhana.
"Untuk detailnya mohon menunggu informasi lebih lanjut," sambungnya.
Sebagai informasi, Kartu Prakerja telah memberi manfaat bagi 3,46 juta penerima dari 514 kabupaten atau kota di Indonesia pada 2023.
Jika ditotal sejak pelaksanaan pertama Kartu Prakerja, jumlah penerima manfaat sudah mencapai 14,9 juta orang.
Berdasarkan jumlah peserta tahun 2022 tersebut, sebanyak 53,6 persen diantaranya berasal dari 212 kabupaten atau kota target penurunan kemiskinan ekstrem serta mencakup calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kartu-pra-kerja-gelombang-4.jpg)