Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kisah Gelap di Balik Hari Valentine, Tradisi Kuno yang Dirayakan Manusia Modern

Salah satu legenda menyatakan bahwa Valentine adalah seorang pendeta yang melayani selama abad ketiga di Roma.

Capture Daily Star
Sekelompok wanita bukan baju untuk tentang Hari Valentine 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hari Valentine masih menjadi hari yang kontroversial di Indonesia. Budaya Barat yang dirayakan setiap 14 Februari itu dinilai dapat merusak moral generasi muda di Indonesia.

Sebab, perayaan Hari Valentine selalu identik dengan pesta pora, minuman keras hingga seks bebas.

Sebagian sejarah pun mengungkapkan jika Hari Valentine dirayakan dengan pesta pora, kekerasan hingga seks bebas.

Beberapa sejarawan percaya bahwa perayaan Valentine berkaitan dengan Lupercalia.

Lupercalia adalah festival pagan kuno yang diadakan setiap tanggal 15 Februari di Roma.

Diperkirakan Lupercalia dirayakan untuk menghormati serigala betina dan menyenangkan dewa kesuburan Romawi Lupercus.

Profesor studi agama di Universitas Yale, Noel Lenski kepada NPR pada tahun 2011 lalu mengatakan bahwa Lupercus itu adalah Lupercalia adalah tradisi barbar dan penuh dengan romantika.

"Mereka mabuk dan telanjang," kata Noel Lenski.

Para wanita muda akan mengantre agar para pria memukuli mereka, kata Lenski. Mereka percaya ini akan membuat mereka subur.

Pesta brutal itu pun diramaikan dengan undian seks di mana para pria mencabut kertas yang bertulis nama gadis-gadis sebagai pasangannya selama festival.

Orang Romawi kuno sebenarnya bertanggung jawab atas budaya buruk yang masih saja diperingati oleh manusia modern.

Dilansir dari History, Hari Valentine berasal dari kisah Gereja Katolik yang menceritakan tiga orang kudus yang berbeda bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir.

Salah satu legenda menyatakan bahwa Valentine adalah seorang pendeta yang melayani selama abad ketiga di Roma.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang adalah prajurit yang lebih baik daripada mereka yang memiliki istri dan keluarga, dia melarang pernikahan untuk pria muda.

Valentine, menyadari ketidakadilan dekrit tersebut, menentang Claudius dan terus melakukan pernikahan untuk kekasih muda secara rahasia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved