Berita Riau
Pelabuhan Tikus di Bengkalis Kerap Dimanfaatkan Berangkatkan Pekerja Migran, BP3MI Riau Usulkan Ini
Pelabuhan tikus atau jalur tidak resmi di Bengkalis menuju Negara Jiran masih banyak dimanfaatkan oleh oknum untuk berangkatkan pekerja migran ilegal
Penulis: Alex | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelabuhan tikus atau jalur tidak resmi yang ada di Kabupaten Bengkalis menuju Negara Jiran masih banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memberangkatkan para tenaga kerja migran asal Indonesia.
Oleh karena itu, pihak Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau berencana akan mengusulkan pembuatan pos khusus di Kabupaten Bengkalis tersebut.
untuk mencegah banyaknya terjadi pengiriman tenaga kerja migran asal Indonesia dari pelabuhan tikus tersebut.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu K mengatakan, karena berbatasan langsung dengan luar negeri, maka Bengkalis sering dimanfaatkan sebagai jalur penyeberangan bagi oknum yang memberangkatkan tenaga migran ke luar negeri.
"Bengkalis jadi penyeberangan internasional, karena berbatasan langsung dengan negara luar. Sampai saat ini masih sering dijadikan tempat penyeberangan di jalur-jalur ilegal oleh oknum untuk memberangkatkan tenaga kerja migran," kata Fanny, saat ekspos capaian BP3MI Riau Tahun 2022, Selasa (31/1/2022).
Karena itu, kami mengusulkan bangun pos di Bengkalis," imbuhnya.
Fanny mencontohkan, beberapa hari lalu pihaknya juga berhasil melakukan pencegahan penempatan PMI secara ilegal yang akan diberangkatkan melalui jalur Bengkalis oleh para oknum.
Yakni 4 orang dari pekerja asal Jawa Timur kemudian satu orang asal Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, capaian BP3MI Riau Tahun 2022 dikatakan Fanny berdasarkan survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BP3MI Riau tahun 2022 terus menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi setiap triwulannya.
Mulai dari triwulan pertama 93,87. Kemudian pada triwulan kedua 94,52.
Selanjutnya triwulan ketiga 89,92 dan triwulan keempat 91,83 dengan kriteria sangat baik setiap triwulannya.
Sementara itu, untuk penempatan PMI Tahun 2022 adalah sebanyak 135 PMI dengan negara penempatan di antaranya.
22 orang di Jepang, 85 di Malaysia, 3 di Arab, 3 di Suriname, 8 di Papua Nrw Guini, 4 di Salomon, 1 di Fiji, 1 di Kuwait, 1 di Qatar, 1 di Singapura, 1 di Guyana, 3 di Maldives, dan 2 di Oman.
Sementara itu, untuk jumlah kasus perkembangan hasil kegiatan pencegahan yang berproses di kepolisian terdapat 7 kasus, di antaranya di Dumai pada 11 Januari 2022, dengan jumlah 28 PMI.
Kemudian di Bengkalis pada 14 Januari sebanyak 13 PMI. Selanjutnya di Rokan Hilir 2 April 2022 sebanyak 30 PMI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bp3mi-riau.jpg)