Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

TikToker Diteror Usai Kritik Kepala Desa yang Minta Tambah Masa Jabatan

Jika permintaan itu tak dipenuhi Apip maka Papdesi mengancam akan memperkarakan hal ini ke ranah hukum.

Tayang:
Kompas.com
TikToker ini diteror dan diintimidasi usai kritik kades soal penambahan jabatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Apip Nurahman, seorang TikToker asal Desa Maras, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu mengaku mendapat teror dan intimidasi usai mengkritik kepala desa.

Sebelumnya Apip melalui akun TikToknya dan kanal YouTubenya mengkritik Kades yang ikut demonstrasi menuntut penambahan masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun dalam satu periode.

Untung saja pemerintah menolak usulan aneh para kades tersebut.

Usai videoya viral, ia pun mendapat ancaman dan intimidasi dari Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) dan Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). 

Bahkan Apdesi Kabupaten Bengkulu Selatan, meminta untuk bertemu dengan Apip pada Selasa (31/1/2023).

Dalam pertemuan yang difasilitasi DPD Papdes Provinsi Bengkul, Apip dimarah-marahi, mendapat tekanan dan didesak untuk meminta maaf. 

Padahal, di dalam negara demokrasi, setiap sebagai warga negara Indonesia berhak mengungkapkan pendapatnya.

Kebebasan berpendapat itu pun dilindungi UU.

Melalui surat yang ditandatangani Ketua DPD Papdesi, Ridwan Agustian dan Sekretaris Ujang J, Apip diminta melakukan klarifikasi di media sosial serta meminta maaf pada seluruh kades se-Indonesia.

Jika permintaan itu tak dipenuhi Apip maka Papdesi mengancam akan memperkarakan hal ini ke ranah hukum.

Tekanan tersebut membuat Apip mengalah dan meminta maaf.

"Dari hati kecil saya merasa tidak bersalah. Ucapan maaf yang saya sampaikan itu mereka yang tulis," ujar Apip, saat dikonfirmasi, Selasa (31/1/2023). Dikutip dari Kompas.com.

Selain dibentak, dipaksa untuk meminta maaf, Apip juga mendapat teror dari orang tidak dikenal lewat telepon.

Penelepon misterius itu mengancam akan ada orang yang mendatangi rumahnya jika Apip tidak menghapus video kritik tuntutan perpanjangan jabatan Kades yang diunggah di akun TikTok dan YouTube miliknya.

"Saya minta maaf kalau saya salah. Namun, dalam urusan ini saya tidak salah. Namun, ketika pertemuan terjadi, saya dimarah-marahi, lalu saya juga beberapa kali dapat teror lewat telepon. Ya sudah, saya minta maaf saja," ujar Apip. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved