Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Transgender di India Ini Hamil & Melahirkan, Kok Bisa? Simak Ulasannya

India diperkirakan memiliki sekitar dua juta orang transgender, meskipun para aktivis mengatakan jumlahnya lebih tinggi

pixabay
Ilustrasi hamil,_ 

Dia belajar menari di pusat komunitas transgender. Dia sekarang mengajarkannya kepada siswa di Distrik Kozhikode.

Zahad, yang terlatih sebagai akuntan, berasal dari keluarga Kristen dari komunitas nelayan di Kota Thiruvananthapuram. Dia saat ini bekerja di supermarket.

Dia telah meninggalkan keluarganya setelah membuka identitasnya sebagai transgender kepada mereka. Tetapi setelah dia hamil, keluarganya telah menerima pasangan itu dan mendukung.

"Mereka membantu Zahad selama kehamilan," kata Paval.

Adalah ibu Zahad yang awalnya meminta pasangan itu untuk tidak mempublikasikan kehamilannya. Mereka mengumumkannya di laman Instagram mereka minggu lalu setelah dia memberikan izin.

Paval mengatakan keluarganya masih belum menerimanya.

Pasangan itu memutuskan untuk punya anak satu setengah tahun yang lalu, ketika mereka berdua berada pada tahap transisi gender yang berbeda, kata Paval kepada BBC.

Ovarium dan rahim Zahad belum diangkat, jadi pasangan itu menghentikan terapi hormon atas saran dokter mereka.

Dokter pasangan itu tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

"Setelah kehamilan selesai, mereka dapat melanjutkan terapi hormon seks," kata Dr Mahesh DM, seorang ahli endokrin di Kota Bangalore yang telah bekerja dengan beberapa orang transgender.

Setelah bayi lahir, pasangan itu mengatakan mereka harus mencari lebih banyak pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan.

"Sangat sulit untuk bertahan hidup," kata Paval, menambahkan bahwa dia harus mengajar lebih banyak siswa tari.

"Zahad akan kembali bekerja sekitar dua bulan setelah bayinya lahir. Kalau begitu aku akan merawat bayinya."

Pasangan itu mengatakan bahwa komunitas transgender telah "sangat ramah" dengan kehamilan mereka.

"Tentu saja, ada orang-orang baik di dalam maupun di luar komunitas transgender yang percaya pada stereotip. Mereka berpikir seorang pria trans tidak bisa menggendong bayi," kata Paval.

"(Tapi) itu bukan masalah."

Pada Rabu pagi (8/2/2023), Zahad melahirkan bayinya satu bulan lebih awal. Paval membagikan kabar itu di Instagram.

Mereka berkata kepada BBC bahwa baik Zahad maupun bayinya--yang nama dan jenis kelaminnya belum mereka ungkapkan--baik-baik saja.

Paval dan Zahad mengatakan itu adalah impian mereka untuk menjadi orangtua.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved