Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria yang Bunuh Ibunya Saat Baca Quran Sempat Mondok Dan Diberi Kitab Sesat

Pria pembunuh ibunya yang sedang membaca Al Quran di masjid saat malam Ramadan ternyata sempat mondok. 

Ilustrasi Pembunuhan
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pria pembunuh ibunya yang sedang membaca Al Quran di masjid saat malam Ramadan ternyata sempat mondok. 

Dalam mempelajari ilmu agama di pondok, ia diberi sebuah kitab. 

Namun kitab tersebut bebeda dengan hadits yang diyakini oleh umat Islam pada umumnya. 

Dalam kitab tersebut tercantum bahwa orang yang mengaji tanpa guru halal untuk dibunuh, meski ibu kandung sendiri.

Pria bernama Muksin (36), warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan itu pun menusuk ibu kandungnya yang bernama Siti Fatonah (56) saat tadarusan di masjid hingga tewas. 

Selain membunuh ibu kandungnya, Muksin juga melukai ayah kandungnya Misbahul Munir (54) hingga terluka parah.

Kasat Reskrim Polres Muba, AKP Dwi Rio Andrian mengatakan, tersangka Muskin sebelumnya ditangkap di rumah kedua orangtuanya setelah yang bersangkutan membunuh sang ibu.

Saat ditangkap, pelaku sempat dilumpuhkan petugas dengan tembakan di kaki karena melawan. Bahkan tersangka sempat membacokan senjata tajam hingga melukai salah satu petugas bernama Aipda Andre.

Setelah dilumpuhkan, pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan luka kaki bekas tembakan.

Setelah itu, pelaku dibawa ke Polres Muba untuk diperiksa.

Saat berada di sel tahanan, pelaku melakukan aksi yang tak terduga.

Ia membentur-benturkan kepalanya ke dinding hingga pingsan.

"Setelah diperiksa tersangka meninggal karena luka di bagian kepala. Tersangka membenturkan kepalanya sendiri di sel berulang kali," kata Dwi dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (29/3/2023).

Dalam pemeriksaan itu, tersangka mengaku menyerang kedua orangtuanya dengan senjata tajam karena ia dianggap sesat. Pelaku marah karena kita kepercayaannya dibakar oleh kedua orangtuanya.

"Pelaku marah karena kitab kepercayaannya dibakar oleh orangtuanya karena dianggap memiliki kepercayaan berbeda. Pelaku juga mengalami gangguan jiwa," kata Dwi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved