Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Heru Budi Hartono Adopsi Metode Anies Baswedan Kendalikan Banjir Jakarta

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengadopsi metode Anies Baswedan dalam mengendalikan banjir.

Diskominotik Jakarta Pusat
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat membangun sumur resapan di wilayah Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengadopsi metode Anies Baswedan dalam mengendalikan banjir di Jakarta.

Padahal metode tersebut kerap dikritik oleh lawan politiknya. 

Adapun metode Anies yang dipakai Heru Budi adalah sumur resapan.

Hanya saja, sumur resapan yang digagas Heru Budi Hartono berbeda dalam segi kedalamannya saja. 

Jika di era Anies kedalaman sumur resapan hanya 3 meter saja, kedalaman sumur resapan di era Heru Budi Hartono mencapai 20-25 meter.

Adapun sumur resapan yang akan dibangun di DI Jakarta mencapai 200 unit.

“Ya awalnya kan memang kedalaman cuma tiga meter, kalau tiga meter penyerapannya kurang, karena tidak sampai tanah dan pasir,” ujar Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo pada Rabu (17/5/2023).

Menurut dia, 200 drainase vertikal yang baru akan memiliki kedalaman dari 20-25 meter per unitnya.

Pembuatannya diawali dengan penggalian tanah sampai kedalam tiga meter, lalu dipasangi buis beton berdiameter satu meter.

“Tahap selanjutnya adalah tanah dibor sedalam sekitar 20 meter dengan menanam pipa sebesar empat inchi. Drainase vertikal model baru ini dilakukan supaya penanganan banjir dan genangan bisa lebih maksimal,” kata Santo.

Berdasarkan catatannya, 200 drainase vertikal itu tengah dibangun di 10 kecamatan yang ada di Jakarta Selatan.

Artinya, terdapat 20 titik drainase vertikal di setiap kecamatan, dan lokasi pertama berada di Keboyoran Lama.

“Ini dua bulanlah Insyaallah sudah bisa diwujudkan drainase vertikal. Juni Insyaallah sudah ada, ini kan alatnya baru kami dapatkan,” imbuhnya.

Dia menyebut, efektivitas drainase vertikal yang baru akan jauh lebih maksimal dibanding sebelumnya.

Santo memperkirakan, setidaknya bisa 20-30 persen genangan bisa ditangani dengan baik melalui drainase vertikal tersebut.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved