Dipotong dengan Cara Syariat Islam, Apakah Hewan yang Disemblih Merasa Sakit?
Apakah Hewan Kurban Dipotong Secara Syariat Islam Merasakan sakit. Berikut ini penelitian Penyembelihan Secara Syariat Islam
TRIBUNPEKANBARU.COM - Penyembelihan hewan kurban di hari raya Idul Adha adalah sesuatu yang sangat ditunggu umat muslim di seluruh dunia.
Tujuan dari penyembelihan kurban dalam rangka beribadah dan membagikannya pada masyarakat.
Lalu yang menjadi pertanyaan orang awam khususnya dunia internasional apakah hewan yang disembelih itu tersiksa.
Dikutip dari Bangkapos.com ternyata hewan yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit.
Apakah Hewan Kurban Dipotong Secara Syariat Islam Merasakan sakit.
Penelitian Penyembelihan Secara Syariat Islam
Penelitian ini dilakukan oleh Prof Wilhelm schulze dan koleganya Dr. Hazim dari Hannover University.
Penelian juga memperlihatkan kalau menyembelih dengan cara pemingsanan/dipukul kepalanya justru hewan merasakan sakit.
Percobaan pun dilakukan dipermukaan otak kecil sapi dipasangan Electro Encephalograph (EEG).
EEG dipasang untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit.
Tidak hanya itu di jantung sapi juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat keluar darah.
Kemudian dilakukan cara pemingsanan dan disembelih dengan syariat islam.
Penyembelihan Cara Syariat Islam
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus) tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG.
Sehingga di 3 detik tidak ada rasa sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/hewan-kurban-di-arifin-achmad-pekanbaru.jpg)