Bagi Perawat Honorer yang Gagal Jadi PPPK, Ini Janji Pj Sekda Kampar
Penjabat Sekretaris Daerah Kampar, Ramlah memberi janji soal nasib Perawat honorer yang tidak terjaring perekrutan PPPK.
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Penjabat Sekretaris Daerah Kampar, Ramlah memberi janji soal nasib Perawat honorer yang tidak terjaring perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ia menanggapi isu pemberhentian tenaga honor pada Oktober 2023 ini. Termasuk tenaga honor keperawatan.
"Saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada pemberhentian tenaga honorer perawat di Kabupaten Kampar," tegasnya.
Ramlah berjanji akan memperjuangkan nasib honorer yang gagal atau tidak lulus seleksi PPPK. Bahkan semua akan menerima gaji.
"Pemerintah Kabupaten Kampar akan memperjuangkan itu dan tidak ada yang tidak digaji," tandas Ramlah.
Ia berterima kasih atas pengabdian perawat sampai ke desa-desa. Ia bergarap, banyak perawat yang terjaring dan lulus PPPK.
Janji itu diucapkan saat mewakili Pj. Bupati Kampar membuka Seminar Keperawatan di Aula Kantor Bupati Kampar, Senin (31/7/2023).
Seminar ini mengusung tema “Motivasi Perizinan Praktek Perawat Profesional Untuk Menggapai Kesejahteraan". Dihadiri langsung oleh Ketua DPW PPNI Provinsi Riau Ahmad Yusuf.
Turut dihadiri Anggota DPRD Kampar, Habiburrahman; Direktur RSUD Bangkinang, Asmara Fitrah Abadi; dan Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan, Ns. Erfan Djunaedi.
Seminar menghadirkan tiga narasumber. Mereka terdiri dari Ns. Ari Pristiana Dewi, M.Kep, Ns. Erfan Djunaedi, S.Kep, dan Ns. Afriadi Hamid, S.Kep, CSCM.
Ramlah mengapresiasi seminar yang digelar DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kampar itu. Menurut dia, perawat merupakan ujung tombak pengawal kesehatan masyarakat sampai ke desa-desa.
Menurut dia, seminar tersebut merupakan kesempatan yang berharga untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan penemuan terbaru dalam dunia keperawatan.
“Melalui seminar ini, saya berharap ada gagasan inovatif dan solusi praktis yang dihasilkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan masyarakat," ujar Ramlah.
Harapan agar para perawat mendapat perhatian dari Pemkab Kampar, disampaikan oleh Ketua DPD PPNI Kampar, Purnomo dalam kata sambutan sebelum Ramlah.
Ia yang hadir bersama Sekretaris PPNI Kampar, Bustami, menyuarakan harapan perawat yang apabila tidak lulus PPPK pada Oktober nanti. Ia berharap pemerintah mengambil kebijakan untuk nasib perawat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Pj-Sekda-Kampar-Ramlah.jpg)