Berita Kampar
Tuai Polemik, Surat Dinkes Kampar yang Menyebut Air Sikumbang Mengandung Bakteri Coliform
Beredarnya Surat Imbauan Dinas Kesehatan Kampar terkait Air Sikumbang yang mengandung bakteri Coliform tuai polemik di tengah masyarakat
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Beredarnya Surat Imbauan Dinas Kesehatan Kampar terkait Air Sikumbang yang mengandung bakteri Coliform tampaknya menimbulkan polemik.
Surat imbauan itu pun menuai protes dari warga Desa Pulau Sarak Kecamatan Kampar. Sebab surat itu mencantumkan nama Air Sikumbang.
Polemik itu dibenarkan Kepala Desa Pulau Sarak, Edwin Saputra.
Ia menegaskan, Bukit Sikumbang sebagai sumber asli air minum tersebut berada di Desa Pulau Sarak.
"Yang jadi soal, sampel diambil di Desa Penyasawan. Tapi di surat itu dibuat Air Sikumbang," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.
Ia menyayangkan surat itu mencantumkan air sikumbang.
Padahal air minum di desa lain, diambil dari sumber yang berbeda. Meski berada dalam satu kecamatan.
Misalnya di Desa Penyasawan terdapat sumber air dari Bukit Injin.
Oleh karena itu, ia berharap, informasi pencemaran sumber air sikumbang yang berdampak bagi masyarakat dan pengusaha air minum di Pulau Sarak dapat diluruskan.
"Selama ini, masyarakat yang mengkonsumsi Air Sikumbang tidak pernah terserang disentri," kata Edwin. Ada 10 titik usaha penampungan Air Sikumbang di Pulau Sarak. Seluruh sumber air menghasilkan sekitar 1.000 jeriken per hari.
Menurut Edwin, hal ini telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kampar saat datang ke Pulau Sarak, Selasa (8/8/2023).
Ternyata Dinkes tidak mengetahui Air Sikumbang secara spesifik hanya ada di Pulau Sarak.
"Di hadapan masyarakat dan pengusaha air minum sudah meminta maaf setelah mendengar penjelasan dari kami," katanya.
Seperti diketahui, surat tertanggal 31 Juli 2023 itu menerangkan latar belakang dikeluarkannya imbauan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/diskes-kampar-air-sikumbang.jpg)