Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pemilu 2024

Prabowo Sebut Dirinya Juga Sempat Dicap Penghianat Oleh Pendukungnya

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi isu pengkhianatan yang saat ini mewarnai dunia politik jelang Piplres 2024.

Instagram.com/prabowo
Prabowo Sebut Dirinya Juga Sempat Dicap Penghianat Oleh Pendukungnya 

“Saya menganggap langkah Nasdem menggaet Cak Imin sebagai pendamping Anies tidak terlepas dari potensi suara tapal kuda di Jawa Timur dan basis-basis PKB di mana pun berada,” ujar Ari.

Namun demikian, moncernya elektabilitas PKB tak seiring sejalan dengan angka elektoral Muhaimin.

Tingkat keterpilihan Wakil Ketua DPR RI itu hanya di kisaran satu persen.

Oleh karenanya, menurut Ari, jika Anies dan Muhaimin berduet pada Pemilu Presiden 2024, peluang kemenangannya teramat kecil.

Sebaliknya, kubu lawan yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, akan semakin mudah memenangkan pertarungan.

“Justru jika disimulasikan dengan Prabowo-Erick Thohir atau Ganjar, justru peluang Anies-Cak Imin semakin tipis,” kata Ari.

“Munculnya duet Anies-Cak Imin semakin menguatkan rivalitas antara Prabowo dan Ganjar,” tutur dosen Universitas Indonesia itu.

Adapun kabar duet Anies-Muhaimin pertama kali diungkap oleh Partai Demokrat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan, nama Cak Imin ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Katanya, keputusan itu diambil secara sepihak oleh Surya Paloh setelah ia bertemu dengan Muhaimin di markas Nasdem di Menteng, Jakarta, Selasa (29/8/2023).

“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” ujar Riefky dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved