Berita Siak
Nihil Titik Api di Siak, Tim Gabungan Tetap Patroli dari Kampung ke Kampung
Bupati Siak Alfedri menegaskan agar pimpinan OPD, camat dan penghulu kampung tidak lengah dengan isu Karhutla.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Wilayah Kabupaten Siak aman dari titik api, Selasa (5/9/2023), namun tim gabungan tetap melaksanakan patroli dari kampung ke kampung. Nihilnya titik api di wilayah kabupaten yang diliputi 53,22 persen gambut ini berkat keaktifan seluruh tim bekerjasama dengan masyarakat untuk menjaga lahan per kampung.
Kepala Manggala Agni KLHK, Daerah Operasional Siak, Ihsan Abdillah mengatakan, setiap hari pihaknya melakukan patroli, baik patroli mandiri maupun terpadu. Patroli terpadu dilaksanakan bersama TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
“Kemarin patroli terpadu sebanyak 5 orang berkeliling kampung dari rumah ke rumah, melakukan sosialisasi dan mengingatkan masyarakat agar bersama sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” kata Ihsan.
Kampung yang didatangi adalah kampung Rawang Air Putih, kecamatan Siak, kampung Temusai, Bungaraya, kampung Teluk Masjid, Sungai Apit dan Sungai Limau. Patroli tidak hanya berkeliling kampung melainkan berinteraksi bersama masyarakat setempat.
“Kami juga melakukan patroli mandiri di kampung Mengkapan, kecamatan Sungai Apit,” kata Ihsan.
Ihsan menjelaskan, jika ada hotspot, tim akan lakukan ground check. Kemudian informasi dibagikan secara cepat kepada tim lainnya, jika diperlukan tindakan pemadaman bersama.
“Kegiatan pencegahan ini sangat efektif untuk menekan kemungkinan terjadi kebakaran dan apabila terjadi Karhutla tim bisa cekatan melakukan pemadaman dini,” katanya.
Sebelumnya Bupati Siak Alfedri menegaskan agar pimpinan OPD, camat dan penghulu kampung tidak lengah dengan isu Karhutla.
Semuanya bertanggung jawab jika terjadi Karhutla di kabupaten Siak.
Sebab upaya pencegahan menjadi kewenangan bersama-sama. Masing-masing instansi juga bisa mengeluarkan anggarannya untuk upaya pencegahan.
“Kami berharap anggaran masih bisa dicover dari kabupaten. Tetapi kalau sangat diperlukan maka masing-masing instansi bisa menganggarkannnya,” kata dia.
Alfedri menyebut pihaknya telah melakukan penetapan kasus siaga Karhutla. Tujuannya juga untuk memberikan keluesan masing-masing instansi terkait untuk penggunaan anggarannya jika terjadi Karhutla. Selain itu, untuk mengaktifkan semua unsur dalam melaksanakan pencegahan dan tindakan pemadaman. Kemudian untuk meningkatkan koordinasi antar pihak dalam mengawasi lahan rawan terbakar agar terjadi tindakan cepat tanggap.
“Koordinasi dengan TNI Polri dan Manggala Agni KLHK juga ditingkatkan. Harus ada sinergitas semua instansi untuk memantau daerah masing-masing,” kata dia.
Status siaga darurat Karhutla ini mulai berlaku pada Februari -31 Oktober 2023. Petugas BPBD Kabupaten Siak juga bergabung dengan pihak terkait untuk melakukan patroli rutin setiap hari.
“Saat ini kita juga sudah dimudahkan oleh aplikasi dashboard Lancang Kuning milik Polda Riau yang memantau titik api secara cepat dan akurat,” katanya. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Nihil_Titik_Api_di_Siak_Tim_Gabungan_Tetap_Patroli_dari_Kampung_ke_Kampung.jpg)