Berita Siak
Begini Cara Pemkab Siak Lindungi Kampung Terpencil dari Pinjol dan Rentenir
Wabup Siak Husni Merza memaparkan keberhasilan kampung Muara Kelantan sebagai kampung inklusi keuangan saat Rakorda se Provinsi Sumbar
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Wakil Bupati Siak Husni Merza memaparkan keberhasilan Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau sebagai kampung inklusi keuangan saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), di kantor gubernur.
Husni didapuk menjadi narasumber berkaitan dengan keberhasilan Muara Kelantan sebagai kampung inklusi keuangan pertama di Riau.
Kegiatan Rakorda tersebut dibuka Sekda Provinsi Sumbar, Hansastri.
Ia mengatakan, tidak perlu lagi studi banding jauh-jauh ke Siak karena Wabup sudah datang untuk menceritakan keberhasilannya dalam bidang ketersediaan akses jasa keuangan.
“Kampung Muara Kelantan di kabupaten Siak ini sudah lebih dulu menjadi kampung inklusi keuangan di provinsi Riau, nah biasanya kita pergi menemui sang juara bersama-sama, inikan merepotkan tuan rumah yang juara itu, sekarang Pak Wabup yang datang langsung ke kita,” kata Hansastri dalam sambutannya.
Ia menguraikan persoalan di tingkat bawah bahwa bank belum bisa secara maksimal memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat.
Bank Nagari, sebagai bank daerah Sumbar tidak mempunyai kantor di setiap nagari.
Namun dengan kamajuan teknologi, eksistensi kantor tersebut memang tidak terlalu diperlukan lagi untuk mengakses jasa keuangan.
“Permasalahan saat ini banyaknya masyarakat kita yang menggunakan jasa rentenir dan pinjaman online (pinjol), yang bunganya besar dan dampak sosialnya tinggi. Permasalahan ini harus kita selesaikan bagaimana masyarakat mampu mengakses jasa keuangan yang legal dan aman,” katanya.
Ia meminta seluruh kepala daerah se Sumbar mencatat dan mengadopsi cerita kabupaten Siak yang berhasil membuat kampunyanya menjadi kampung inklusi keuangan.
Sementara itu Husni Merza menyampaikan Kampung Muara Kelantan, kecamatan Sungai Mandau sejak 2019 telah ditetapkan sebagai Kampung Inklusi Keuangaan.
Kampung ini menjadi kampung inklusi keuangan pertama di Provinsi Riau. Penetapan Kampung Inklusi Keuangan diluncurkan langsung Gubernur Riau Syamsuar.
Untuk diketahui, Inklusi keuangan dalam rangka ketersediaan akses ke berbagai lembaga keuangan beserta produk dan layanan jasa mereka.
Sebagai lembaga keuangan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan menyimpan dan meminjam modal finansial.
“Inklusi keuangan ini merupakan hak setiap orang untuk memiliki akses atau hak layanan keuangan yang secara baik dan tepat waktu, serta dengan biaya yang terjangkau,” ujar Husni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/wabup-siak-hadir-rakorda-disumbar.jpg)