Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bahasa Gaul

Minder Bahasa Gaul Artinya dan Arti Kata Minder serta Penyebab Minder Apa?

Lantas minder Bahasa Gaul artinya dan arti kata minder serta penyebab minder apa? Berikut ciri-ciri minder dan cara mengatasi minder.

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Ilustrasi
Minder Bahasa Gaul Artinya dan Arti Kata Minder serta Penyebab Minder Apa? 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Minder? Lantas minder Bahasa Gaul artinya dan arti kata minder serta penyebab minder apa? Berikut ciri-ciri minder dan cara mengatasi minder.

Dalam kamus Bahasa Indonesia, arti kata minder adalah rendah diri dan minder Bahasa Gaul artinya adalah rendah diri juga.

Jadi, minder atau rendah diri adalah merujuk pada kurangnya rasa percaya diri diri seseorang yang membuatnya merasa selalu kurang atau tidak berharga dibandingkan oleh orang lain.

Penyebabkan minder :

1. Memiliki pengalaman buruk

Pertama, mempunyai pengalaman tidak menyenangkan di masa lampau. Apabila ia pernah mengalami kejadian yang kurang mengenakkan, kemungkinan besar dirinya bisa mengidap inferiority complex ataupun minder.

Contoh seorang perempuan pernah menjadi korban bullying atau perundungan karena penampilan fisiknya yang dianggap kurang rupawan. Ini tentu dapat memmengaruhi pola pikirnya. Perempuan tersebut pun minder dan merasa bahwa tubuhnya lebih buruk daripada temannya.

2. Kesehatan mental yang tidak baik

Kedua, memiliki masalah terkait kesehatan mentalnya sejak awal merasa kurang percaya diri dan cenderung pribadi yang pesimistis. Kondisi tersebut akan semakin parah jika disertai dengan depresi. Seorang yang depresi rentan menumbuhkan perasaan minder karena sudah tidak lagi mampu mengendalikan perasaan tersebut dalam dirinya.

3. Faktor ekonomi

Ketiga, faktor ekonomi merupakan salah satu penyebab munculnya rasa minder karena kesenjangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih lagi dalam kehidupan remaja, pertemanan sangatlah krusial. Remaja membutuhkan lingkungan yang dapat menerima keberadaannya. Akan tetapi, pertemanan tersebut kerap memicu kemunculan kesenjangan.

Sebagai contoh, ketika ada teman yang memiliki banyak barang branded, seorang remaja yang belum memahami kerasnya hidup, merasa rendah diri dengan temannya karena ia tidak mampu membelinya.

Lebih dari itu, hal ini akan semakin parah jika kondisi ekonomi orang tua dijadikan sebagai bahan ejekan teman-teman lainnya. Selain minder, remaja tersebut juga akan mengalami trauma.

4. Budaya

Keempat, budaya atau kepercayaan di masyarakat. Salah satu contohnya adalah bagaimana persepsi lingkungan masyarakat yang membedakan terhadap anak laki-laki dan perempuan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved