Berita Siak
Skywalk Tengku Buwang Asmara Jadi Pilot Project Penerapan SMKK
Pembangunan Skywalk Tengku Buwang Asmara di Kecamatan Mempura menjadi pilot project penerapan Sistem Manajemen Kesematam Konstruksi (SMKK).
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Masyarakat Siak patut berbangga. Pembangunan Skywalk Tengku Buwang Asmara di Kecamatan Mempura menjadi pilot project penerapan Sistem Manajemen Kesematam Konstruksi (SMKK).
Direktorat Jendral (Ditjen) Bina Marga dan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR bersama perwakilan Dinas PU se -Provinsi Riau berkunjung ke proyek Skywalk ini, Selasa (26/9/2023).
Hadir Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Ditjen Bina Marga wilayah Riau, T Yuliansyah dan Kepala Balai Jasa Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi wilayah Aceh Muhammad Hilal, Ahli SMKK sekaligus nara sumber Ir Lazuardi Nurdin dan Lyana AT Sihombing.
“Skywalk ini menjadi pilot project untuk penerapan SMKK, sehingga Lokus kunjungan kita dalam pendampingan teknis SMKK untuk PU se Provinsi Riau ke proyek skywalk ini,” kata T Yuliansyah kepada Tribunpekanbaru.com di sela-sela kunjungannya.
Ia menjelaskan, BPJN merupakan perpanjangan tangan kementerian PUPR bertanggungjawab atas kegiatan proyek-peoyek yang dikelola oleh PU Kabupaten kota dan provinsi. Selain itu juga bertangggungjawab untuk pendampingan penerapan SMKK.
“Kita melihat Skywalk Tengku Buwang Asmara Siak sangat kompleks dan bentuk yang kongkret dalam penerapan SMKK,” tambahnya.
T Yuliansyah dan Muhammad Hilal juga menikmati suasana di skywalk pada pembangunan tahap I. Mereka disampingi Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar. Mereka tampak takjub dengan penerapan SMKK, konstruksi bangunan hingga pemanfaatannya untuk menambah PAD.
“Ya, proyek Skywalk sebagai pilot project penerapan SMKK memang sudah tepat. Salain kompleks, ide
Pemkab Siak untuk menarik wisatawan seperti ini sangat bagus dan harus diapresiasi,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan Skywalk dianggap lebih kompleks, termasuk untuk dokumennya. Terbukti pada pekerjaan yang ditinjau dinilai sangat rapi.
“Saya terus terang, senang dengan ide kabupaten Siak untuk mengelola potensi heritage, karena banyak sisa peninggalan sejarah. Ini terobosan baik yang bisa ditiru oleh kabupaten lain,” katanya.
Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah Aceh Ditjen Bina Konstruksi Kemen PUPR, Muhammad Hilal juga mengatakan hal demikian. Kunjungan pertamanya ke Siak membuatnya terkesan melihat sejumlah bangunan bersejarah dan bangunan baru dengan konstruksi yang kokoh.
“Ya, kita bersamaan dengan BPJN melakukan Monev ke Siak. Kita lihat penerapan SMKK sampai sejauh mana, kita menilai seperti apa penerapannya untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja maupun masyarakat lingkungan,” katanya.
Menurutnya, Siak layak menjadi contoh untuk tingkat keselamatan di provinsi Riau. Proyek Skywalk menjadi Lokus karena dianggap sangat bagus dan bisa menjadi contoh.
“Setiap proyek yang dibangun harus berbasiskan keselamatan. Jangan hanya membangun tapi risikonya tidak dipikirkan. Makanya kami berinisiatif berkunjung kemari,” katanya.
Tidak hanya itu, Hilal menilai pembangunan skywalk Tengku Buwang Asmara terbaik di Sumatra sejauh ini. Apalagi pembangunan menggunakan APBD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Skywalk_Tengku_Buwang_Asmara_Jadi_Pilot_Project_Penerapan_SMKK.jpg)