Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tanggal 30 September Jam 3 Malam Ada Apa, Kenapa Dilarang Buka Pintu?

Sebenarnya ada apa di tanggal 30 September jam 3 malam atau pagi yang ramai di Tiktok? Kok dilarang buka pintu.

Editor: Muhammad Ridho
Tribunpekanbaru
Tanggal 30 September Jam 3 Malam Ada Apa, Kenapa Dilarang Buka Pintu? 

Sebenarnya, pertanyaan mengenai "ada apa dengan 30 september jam 3 malam dilarang buka pintu" adalah hasil dari salah satu dialog dalam film G30S/PKI.

Dialog tersebut berbunyi: "Hari ini tanggal 30 September. Sekadar mengingatkan temen-teman, apabila nanti malam ada yang mengetuk pintu dan menanyakan 'Bapak ada?' Jangan dibukain!"

Dialog ini sempat viral dan menjadi bahan diskusi setiap 30 September.

Sebagai penutup, kita harus mengerti bahwa memori kolektif tentang peristiwa ini merupakan bagian dari sejarah bangsa yang tidak boleh dilupakan.

Memahami konteks dan latar belakangnya akan membuat kita lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi atau isu yang beredar.

Kronologi G30S PKI

Tindakan dan penyebarluasan ideologi komunis yang dilakukan oleh PKI menimbulkan kecurigaan dari kelompok anti-komunis. Hal tersebut juga mempertinggi persaingan antara elite politik nasional.

Di tengah kecurigaan tersebut, Komandan Batalyon I Kawal Resimen Cakrabirawa Letnan Kolonel Untung yang merupakan pasukan khusus pengawal presiden, memimpin sekelompok pasukan dalam melakukan aksi bersenjata di Jakarta.

Pasukan tersebut bergerak meninggalkan daerah Lubang Buaya pada tengah malam, pergantian Kamis, 30 September 1956 menuju Jumat, 1 Oktober 1965.

Kudeta yang sebelumnya dinamakan Operasi Takari ini diubah menjadi G30S PKI. Mereka menculik dan membunuh dan menculik para petinggi Angkatan Darat.

Selain enam jenderal yang gugur, ada pula ajudan Menhankam/Kasab Jenderal Nasution, Letnan Satu Pierre Andreas Tendean, dan Pengawal Wakil Perdana Menteri II Dr. J. Leimena, Brigadir Polisi Satsuit Tubun.

Salah satu jenderal yang berhasil selamat dari serangan adalah AH Naustion. Namun, putrinya yang bernama Ade Irma Suryani Nasution tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu, G30S PKI di Yogyakarta dipimpin oleh Mayor Mulyono menyebabkan gugurnya TNI Angkatan Darat, Kolonel Katamso, dan Letnan Kolonel Sugiyono.

Kolonel Katamso adalah Komandan Korem 072/Yogyakarta, sedangkan Letnan Kolonel Sugiyono adalah Kepala Staf Korem. Keduanya diculik dan gugur di Desa Keuntungan, utara Yogyakarta.

( Tribunpekanbaru.com / M Ridho )

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved