Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sejarah Singkat Hari Kesaktian Pancasila yang Diperingati pada 1 Oktober

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila jatuh pada 1 Oktober tiap tahun dalam rangka mengingat momen pembantaian terhadap 6 jenderal dan seorang kapten.

Editor: Ariestia
freepik.com/user4344078/tribunnews
Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila jatuh pada 1 Oktober tiap tahun dalam rangka mengingat momen pembantaian terhadap 6 jenderal dan seorang kapten serta beberapa korban lainnya.

Kejadian ini dilatarbelakangi peristiwa Gerakan 30 September 1965 lalu.

Mengutip dari kemdikbud, Peristiwa ini dikenal sebagai upaya kudeta Partai Komunis Indonesia untuk mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi komunis. 

Untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur, maka rakyat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila ini setiap tahunnya.

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Mengutip dari kemdikbud.go.id, G30S menjadi tragedi yang kontroversial dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peristiwa G30S memakan banyak korban dari kalangan petinggi militer Indonesia, yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis di Indonesia.

G30S terjadi karena adanya persaingan politik, karena PKI sebagai kekuatan politik merasa khawatir dengan kondsi kesehatan Presiden Soekarno yang memburuk.

Awal mulanya pada Agustus 1965, Presiden Soekarno tiba-tiba pingsan setelah berpidato, banyak pihak yang beranggapan bahwa usia beliau tidak akan lama lagi.

Kemudian, banyak pertanyaan muncul mengenai siapa pengganti Presiden Soekarno nantinya, dan ini menyebabkan persaingan semakin tajam antara Partai Komunis dengan TNI.

Peristiwa gerakan 30 September 1965 pada dasarnya berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 30 September 1965 dan tanggal 1 Oktober 1965.

Tanggal 30 September adalah saat kordinasi dan persiapan dilakukan, kemudian pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari inilah terjadi kegiatan pelaksanaan penculikan dan pembunuhan.

Gerakan 30 September 1965 berada di bawah kendali Letkol Untung dari Komando Balation I resimen Cakrabirawa.

Letkol Untung menunjuk Lettu Dul Arief menjadi ketua pelaksanaan penculikan.

Pasukan bergerak mulai pukul 03.00, enam Jendral menjadi korban penculikan dan pembunuhan yakni:

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved