Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kisah Nabi

Kisah Nabi Nuh Singkat dan Kisah Istri Nabi Nuh

Berikut ini Kisah Nabi Nuh singkat dan kisah istri Nabi Nuh yang diganyutkan banjir bandang bersama orang-orang kafir

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Ilustrasi
Kisah Nabi Nuh Singkat dan Kisah Istri Nabi Nuh 

Apabila ajaran agama itu sudah ditinggalkan, maka para manusia kembali melakukan berbagai macam dosa, seperti melakukan maksiat, melakukan kemungkaran, dan meninggalkan amalan kebaikan.

Pada masa fatrah itu, Nabi Nuh AS mendapatkan wahyu kenabian dari Allah untuk mengajarkan ajaran agama Islam.

Pada saat itu, kaum Nabi Nuh AS tidak menyembah Allah melainkan yang disembah adalah patung berhala yang dibuat oleh tangan para manusia atau para kaum Nabi Nuh AS.

Patung-patung yang telah dibuat dan disembah itu dipercaya oleh mereka akan memberikan banyak sekali kebaikan dan manfaat, dan mereka juga percaya bahwa patung berhala dapat menolak segala macam hal-hal buruk di kemudian hari.

Berdasarkan kepercayaan kaum Nabi Nuh AS pada saat itu, patung berhala yang telah dibuat dan nama patung-patung itu berasal dari nama para ulama yang hidup di masa sebelumnya.

Mereka membuat dan memberikan nama berdasarkan nama ulama terdahulu dengan alasan untuk mengenang jasa para ulama tersebut dan semangat ibadah umat terdahulu.

Nama patung berhala yang dibuat oleh kaum Nabi Nuh AS yang belum mengenal Allah, seperti Wadd, dan Suda, Yatuq dan Nasr.

Pada masa-masa kondisi suatu kaum sedang mempercayai patung berhala itu Nabi Nuh AS diutus oleh Allah untuk meyakinkan para kaum itu agar mengikuti ajaran Allah dan tidak menyembah patung berhala.

Nabi Nuh AS memiliki kemampuan yangcukup luar biasa ketika beragumentasi dengan orang lain.

Hal ini dikarenakan Nabi Nuh AS memiliki akal yang cerdas dan kemampuan bicara yang santun, baik, dan sabar dalam beradu argumentasi.

Nabi Nuh AS yang sudah diutus oleh Allah selalu berusaha untuk meyakinkan kaumnya agar tidak lagi menyembah patung berhala dan menagajak kaumnya untuk kembali kepada ajaran Allah.

Nabi Nuh AS tidak pernah menyerah untuk menyadarkan kaumnya dan ia selalu mencari berbagai macam cara seperti melakukan dakwah. Namun, kaumnya yang tidak taat itu menolak ajakan Nabi Nuh AS. Hal ini terkandung di dalam Al-Quran Surat Al-A’raf ayat 59:

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).

Dakwah-dakwah Nabi Nuh AS berupa ajakan kaumnya untuk melihat dan merasakan segala hal yang ada di muka bumi ini merupakan ciptaan Allah, mulai dari matahari, bulang, dan bintang-bintang.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved