Selasa, 28 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Cerita Rakyat

Cerita Rakyat Jateng Legenda Timun Mas dan Raksasa

cerita ini kiranya sudah akrab, ini adalah cerita rakyat Indonesia dan ini cerita rakyat Jateng yakni legenda Timun Mas dan Raksasa.

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Kompas.com
Cerita Rakyat Jateng Legenda Timun Mas dan Raksasa 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bagi para anak-anak, cerita ini kiranya sudah akrab, ini adalah cerita rakyat Indonesia dan ini cerita rakyat Jateng yakni legenda Timun Mas dan Raksasa.

Konon pada zaman dahulu, hidupah seorang wanita Mbok Sirni yang merupakan seorang janda yang menginginkan seorang anak supaya dapat membantunya bekerja.

Suatu hari, ia didatangi raksasa yang akan memberinya anak. Syaratnya, saat anak tersebut berumur 17 tahun harus diserahkan kembali padanya untuk disantap.

Mbok Sirni Setuju. Raksasa memberi biji mentimun agar ditanam dan dirawat. Setelah dua minggu, salah satu dari mentimun yang ditanam tersebut berbuah paling besar dan berkilau keemasan.

Lalu, Mbak Sirni membelah ketimun tersebut dengan hati-hati. Tanpa diduga, isi mentimun itu adalah seorang bayi cantik yang diberi nama Timun Mas.

Waktu berlalu, Timun Mas tumbuh menjadi gadis nan jelita.

Suatu hari datang raksasa untuk menagih janjinya. Mbok Sirni amat takut kehilangan Timun Mas, ia mengulur janji supaya raksasa datang dua tahun lagi.

Raksasa menyetujui. Ia berpikir semakin dewasa, Timun Mas semakin enak disantap.

Mbok Sirni semakin sayang sama Timun Mas. Di sisi lain, ia merasa cemas dan sedih kalau teringat janjinya.

Suatu malam Mbak Sirni bermimpi. Dalam mimpinya itu disebutkan bahwa agar anaknya selamat maka ia harus menemui petapa di Gunung Gundul.

Tanpa berpikir panjang, paginya Mbok Sirni langsung pergi ke Gunung Gundul bertemu petapa yang memberinya empat buah bungkusan kecil, yaitu biji mentimun, jarum, garam, dan terasi sebagai penangkal.

Sesampai di rumah, Mbok Sirni memberikan keempat bungkusan dari petapa tadi kepada Timun Mas dan memintanya berdoa.

Paginya raksasa datang lagi untu menagih janji. Timun Mas diminta keluar melalui pintu belakang oleh Mbok Sirni.

Raksasa melihat Timun Mas keluar dari pintu belakang, ia mengejarnya. Dalam pelariannya, Timun Mas teringat dengan keempat bungkusan yang disimpannya.

Ia pun menebar biji mentimun di hutan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved