Pendanaan dari Fintech Lending Naikkan Omzet UMKM
pinjaman online merupakan solusi pendanaan yang mudah dan cepat bagi mereka yang masuk dalam kategori unbanked dan underserved.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Platform fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending saat ini telah menjadi alternatif sumber pendanaan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum memiliki akses untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan konvensional.
Dengan proses digitalisasi, pinjaman online merupakan solusi pendanaan yang mudah dan cepat bagi mereka yang masuk dalam kategori unbanked dan underserved.
Hal tersebut diakui oleh Karen Komala, Pemilik Kedai Mie Arunika, dia menceritakan usaha yang baru dirintisnya selama setahun belakangan, banyak terbantu oleh pendanaan dari pinjaman online.
Karen saat ini merupakan nasabah dari KlikKami, yang merupakan platform resmi, berizin dan diawasi OJK, telah diberi kepercayaan untuk mendapatkan pendanaan dengan limit hingga Rp 16 juta berkat kredit skor yang bagus.
Baca juga: Tidak Mau Berpangku Tangan, Belasan Ibu-ibu Disabilitas Bentuk Komunitas UMKM di Pekanbaru
"KlikKami menjadi platform pinjaman online yang saya percaya. Sebelumnya saya sudah mencoba berbagai platform hingga akhirnya saya pilih KlikKami karena pelayannya bagus dengan bunga yang kompetitif," kata Karen, Kamis (7/12/2023).
Kisah lainnya dari Adik Firdaus, pemilik Barbershop Gedong, yang menerima manfaat pendanaan dari platform pinjaman online Kredito hingga mencapai Rp 124 juta. Ia mengisahkan jatuh bangun dalam merintis usaha barbershop yang sudah dijalankan selama 16 tahun sejak 2007.
"Ketika pandemi usaha sempat kolaps. Ada sedikit pembiayaan yang saya dapatkan dari sumber yang lain tetapi hanya bisa untuk menutup biaya sewa dan operasional. Tahun 2022 barulah saya mengenal Kredito. Sedikit-sedikit bisa membantu untuk membeli peralatan seperti mesin cukur, gunting dan lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Cynthia Winata, Manager Operation KlikKami mengatakan, saat ini profil penyaluran pendanaan KlikKami masih didominasi oleh sektor multiguna. "Jadi untuk maksimal tenor saat ini mencapai 120 hari, dan limit pinjaman Rp 16 juta. Kami berencana untuk meningkatkan lagi limitnya hingga Rp30 juta dengan tenor yang lebih panjang," kata Cynthia.
Direktur Kredito, Daniel Soelistyo mengatakan, Kredito telah menyalurkan pendanaan sebesar kurang lebih Rp170 miliar kepada UMKM. "Kredito berupaya meningkatkan inklusi keuangan di kalangan UMKM melalui penyediaan produk-produk pendanaan, salah satunya melalui kerja sama dengan e-commerce guna memperluas jangkauan akses pendanaan berbasis teknologi bagi UMKM," ujar Daniel.
Data OJK mencatat, sampai September, Outstanding pembiayaan yang disalurkan fintech P2P lending tumbuh 14,28 persen yoy menjadi Rp 55,70 triliun. Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan kualitas risiko pembiayaan yang terjaga dengan Tingkat Wanprestasi (TWP 90) 2,82 persen.
Dari jumlah tersebut, porsi yang disalurkan kepada UMKM mencapai 36,57 persen. Penyaluran pembiayaan fintech P2P lending kepada UMKM tersebut menunjukkan besarnya potensi kebutuhan pembiayaan dari UMKM nasional.
( Tribunpekanbaru.com /Alexander)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Barbershop-Gedong.jpg)