Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gunung Marapi Erupsi

Tercatat Gunung Marapi Alami Erupsi 65 Kali dan 242 Hembusan 4 Hari Terakhir, Video Lahar Panas Hoax

Sejak pertama erupsi hingga memakan korban 23 orang, tercatat Gunung Marapi hingga Rabu (6/12/2023) sudah erupsi hingga 65 kali letusan.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Hingga Rabu (6/12/2023), Gunung Marapi Sumatera Barat masih mengalami erupsi. (Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejak hari Minggu (3/12/2023) pertama kejadian erupsi hingga memakan korban 23 orang, tercatat Gunung Marapi hingga Rabu (6/12/2023) sudah mengalami erupsi hingga 65 kali letusan.

Ini disampaikan Teguh purnomo, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, saat diwawancarai tribunpekanbaru.com, Kamis (7/12/2023).

"Untuk erupsi Gunung Marapi sejak tanggal 3 sampai 6 Desember 2023 telah erupsi 65 kali letusan, 242 kali hembusan," terangnya.

Untuk hari ini, terhitung sejak pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, terdeteksi 1 kali erupsi dengan 9 kali hembusan.

Pada malam kemarin, sempat pula viral video adanya lahar panas di Gunung Marapi. Video ini tersebar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial. Dalam hal ini, Teguh memastikan jika itu adalah hoaks.

"Video yang di share di medsos itu video lama dan lokasi gunung lain," tegasnya.

Baca juga: FOTO : Gunung Marapi Sumbar Hingga Kini Masih Erupsi

Baca juga: Polda Sumbar Selidiki Dugaan Pelanggaran Izin Pendakian Gunung Marapi, Minta Keterangan BKSDA Sumbar

Hanya saja diungkapkan dia, untuk pijaran sinar api, itu benar. Pijaran sinar api itu muncul dari dalam kawah, itu fenomena alam yang normal, lazim di gunung api yang sedang erupsi," ungkapnya.

"Tidak hanya Marapi, tapi di semua gunung api seperti anak Krakatau, Semeru dan lain-lain, setiap malam muncul sinar api berupa lontaran pijar maupun sinar api diam yang berasal dari magma dari dasar kawah," imbuhnya.

Ia menyebut, sebagaimana rekomendasi pihak terkait, diminta tidak mendekati radius 3 kilometer dari pusat letusan Marapi. Rekomendasi ini diberlakukan hingga Agustus 2011 hingga hari ini.

Ia menambahkan, erupsi merupakan akhir dari pergerakan fluida, gas maupun magma dari kedalaman kantong magma ke permukaan.

Ketika sudah sampai permukaan, maka magma itu akan terdapat dalam dasar kawah.

"Terjadi gas mendesak keluar, maka dia akan menerobos magma sehingga magma terlontar keluar. Maka muncul semacam titik api, sinaran api, atau lontaran api atau baru pijar," pungkasnya.

Seperti diketahui Gunung Marapi yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, meletus pada Minggu (3/12/2023) sekitar pukul 14.54 WIB kemarin.

Meletusnya gunung api berketinggian 2.891 mdpl ini ditandai dengan adanya muntahan kolom abu berisi material vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah yang disertai suara gemuruh.

Ada 75 pendaki yang tercatat terjebak saat kejadian. 52 orang selamat, dan 23 orang meninggal dunia.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved