Pengungsi Rohingya
PEMA, HMI Hingga BEM USK Kutuk Aksi Pengusiran Pengungsi Rohingya
Aksi pengusiran pengungsi Rohingya yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara di Aceh menuai kecaman.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Aksi pengusiran pengungsi Rohingya yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara di Aceh menuai kecaman.
Aksi itu dinilai tak berperikemanusiaan dan tak memiliki empati terhadap nasib pengungsi.
Aksi pengusiran yang dilakukan ratusan mahasiswa itu membuat anak-anak dan wanita Rohingya ketakutan hingga menangis.
Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Kampus Al Washliyah pun memberikan klarifikasi terkait aksi pengusiran pengungsi Rohingya dari Balai Meuseuraya Aceh.
Presiden Mahasiswa Kampus Al Washliyah, Mohd Aziz bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di lingkungannya menyampaikan pernyataan sikap terkait beberapa peserta aksi yang mengenakan jas almamater kampus setempat.
Pihaknya dengan tegas menyatakan tidak terlibat dalam aksi yang berlangsung di Balai Meuseuraya beberapa hari lalu.
Hal ini menyikapi perkembangan pasca kegiatan demonstrasi penolakan pengungsi Rohingnya BMA Banda Aceh yang membawa-bawa atribut kampusnya tersebut.
"PEMA Al Washliyah dengan ini menyatakan tidak terlibat dan tidak ikut serta dalam aksi penolakan warga Rohingnya yang terjadi pada Desember 2023," jelas Aziz dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/12/2023).
Pihaknya juga mengutuk keras tindakan individu mahasiswa yang ikut aksi mengatasnamakan PEMA Al Washliyah Banda Aceh.
PEMA menyampaikan, jika ada peserta yang mengatasnamakan mahasiswa kampus Al Washliyah Banda Aceh, itu merupakan inisiatif pribadi dan bertanggung jawab secara pribadi.
"Tidak atas arahan dan seruan dari PEMA Al Washliyah Banda Aceh," pungkasnya.
BEM USK Kutuk Aksi Mahasiswa Serang Pengungsi Rohingya
Hal yang sama disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM USK).
Pihaknya mengutuk sekaligus menegaskan tidak ikut-ikutan aksi mengusir serta melempar para pengungsi Rohingya di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Rabu (27/12/2023).
Sebelumnya Ketua BEM USK, M Habil Fasya mengungkapkan, banyak mendapat pertanyaan terhadap aksi yang dilakukan sekelompok mahasiswa beberapa hari lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Aksi-BEM-Nusantara-membuat-anak-anak-dan-perempuan-Rohingya-ketakutan.jpg)