Gunung Marapi Erupsi
Dentuman Gunung Marapi di Sumbar Getarkan Rumah Warga, Abu Sampai ke Pariaman
Dentuman Gunung Marapi Sumatera Barat menggetarkan rumah warga. Bahkan abu vulkanik sampai ke Pariaman.
Kepala Pos PGA Bukittinggi, Teguh Purnomo tetap mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati terhadap aktivitas Gunung Marapi.
Masyarakat di sekitar Gunung Marapi tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).
"Selain itu masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," katanya.
"Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung Marapi agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit," sambungnya.
Teguh juga mengimbau jika terjadi hujan abu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.
"Masyarakat yang ada di sekitar Gunung Marapi dan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong atau hoax dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," pungkasnya.
Abu Vulkanik Sempat sampai ke Pariaman
Dinas Kesehatan Kota Pariaman menganjurkan masyarakat menggunakan masker pasca hujan Abu vulkanik erupsi Gunung Marapi menerpa daerah tersebut, Rabu (27/12/2023).
Hujan abu itu terjadi sekira pukul 10.30 WIB hingga 11.00 WIB, saat kondisi cuaca sedang cerah di Kota Pariaman.
Kadis Kesehatan Kota Pariaman Nazifah, menyebut, hujan abu tersebut terjadi sebentar saja, lalu kembali hilang.
"Kita belum dapat informasi juga apakah itu memang hujan abu atau tidak," ujarnya.
Sembari menunggu kordinasi terkait hal tersebut, Nazifah mengajak masyarakat agar tetap waspada, meskipun ini kali pertama terlihat di Kota Pariaman.
"Kami anjurkan masyarakat supaya tetap menggunakan masker, karena dampak dari hujan abu ini besar untuk kesehatan," jelasnya.
Terpisah seorang warga Husni Afriadi, membenarkan bahwa sempat terjadi hujan abu pagi ini.
"Sejak adanya bencana erupsi Gunung Marapi ini kali pertama hujan abu terlihat di Kota Pariaman," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sabtu Pagi Gunung Marapi Erupsi, Warga Dengar Dentuman Keras, Rumahnya Bergetar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Gunung-Marapi-Sumbar-erupsi-2023.jpg)