Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gaji Lebih Besar dari Jokowi dan Gibran, Kaesang: Gaji Mereka Kecil

Kaesang mengatakan, definisi politikus yang dimaksudnya adalah pejabat publik seperti ayahnya yang kini masih menjabat sebagai presiden

TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono setelah ditemui petinggi PSI untuk menerima kartu anggota baru di kediaman Presiden Jokowi di Sumber, Solo, Sabtu (23/9/2023). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kaesang Pangarep saat ini menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PSI.

Terkait langkah itu, banyak pihak yang mempertanyakannya.

Pertanyaan itu kembali muncul saat Kaesang bertemu dengan sejumlah influencer di salah satu rumah makan di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Sabtu (13/1/2024).

Saat itu, salah satu warga bernama Feni menanyakan alasan Kaesang yang awalnya tak tertarik berpolitik, kini memutuskan menjadi Ketua Umum (Ketum) PSI.

"Dulu pernah menulis pernyataan bahwa Mas Kaesang itu tidak terlalu tertarik sama politik. Nah, kenapa sekarang malah mau jadi Ketum PSI?" tanya Feni kepada Kaesang.

"Dulu pernah dengar mau jadi apa itu yang di Depok itu? Wali Kota Depok. Kenapa tidak tertarik menggantikan Mas Gibran saja sebagai Wali Kota di Solo?" sambungnya.

Baca juga: Akui Ancam Tembak Anies Baswedan, Beginilah Kronologi Pelaku yang Lagi Antar Bawang Ditangkap Polisi

Baca juga: Benny Wenda Serukan Boikot Pemilu 2024 kepada Rakyat Papua Barat, Tuding Indonesia Penjajah

Menjawab pertanyaan itu, Kaesang mengatakan, definisi politikus yang dimaksudnya adalah pejabat publik seperti ayahnya yang kini masih menjabat sebagai presiden atau kakak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang menjabat Wali Kota Solo.

"Dulu tuh saya ngomong tidak mau jadi politisi, yang ada di kepala saya waktu itu adalah politisi yang jadi pejabat publik," ujar Kaesang.

"Menjadi pejabat publik, ada menjadi Wali Kota Solo, menjadi Gubernur DKI, menjadi presiden, karena seperti yang saya omongkan, gaji mereka kecil," lanjutnya.

Dia menegaskan, saat ini tugasnya bukan sebagai pejabat publik melainkan pejabat partai.

"Alhamdulillah, walaupun saya jadi ketum partai, gaji saya tetap lebih tinggi daripada kakak dan bapak saya, karena memang saya masih dibolehkan memegang perusahaan. Saya bilang tadi, bukan pejabat publik, beda," ucap Kaesang.

Kaesang menyampaikan, dia ingin membawa gagasannya dalam pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), yakni "Enigma", pelatihan yang fokus memfasilitasi program coding dan programming dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja muda lulusan SMK, SMA, atau sederajat untuk mendapatkan pekerjaan.

"Saya tuh kalau misalnya jadi pengusaha, Enigma ini kurikulum, kalau saya hanya jadi pengusaha, saya tidak bisa membawa ini ke pemerintahan," tutur Kaesang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved