Berita Luar Negeri
Bagdad Minta Pasukan AS dan Sekutu Pergi dari Irak
Awal bulan ini, dua anggota milisi pro-Iran yang kuat di Irak, unit Mobilisasi Populer, tewas dalam serangan udara AS di Bagdad .
TRIBUNPEKANBARU.COM - Perdana Menteri Irak Mohammed S. Al Sudani pada hari Kamis menegaskan kembali seruannya untuk mengakhiri kehadiran aliansi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) melawan teroris Daesh di negaranya.
Menyebut hal ini perlu untuk stabilitas negaranya, Al Sudani mengatakan kepada Forum Ekonomi Dunia di Davos bahwa Daesh yang merupakan kelompok ISIS tidak lagi menjadi ancaman bagi Irak.
Aliansi pimpinan AS melawan Daesh didirikan setelah kelompok teroris tersebut menguasai sebagian besar wilayah Irak utara dan negara tetangga Suriah pada tahun 2014.
Irak mendeklarasikan kemenangan atas Daesh pada bulan Desember 2017.
Pada tahun 2021, Irak mengatakan sebagian besar pasukan tempur koalisi telah pergi dan sekelompok penasihat akan menggantikan mereka untuk mendukung pasukan keamanan Irak.
Irak dan Amerika Serikat telah sepakat untuk memindahkan pasukan koalisi ke peran non-tempur.
Dalam komentarnya di Davos, al-Sudani mengatakan pasukan Irak siap menjaga keamanan di negaranya.
“Setelah serangan di wilayah Irak, kami akan memulai dialog untuk mengatur jadwal untuk mengakhiri tugas koalisi internasional. Ini adalah permintaan publik dan resmi yang kami tanggapi dengan serius,” kata Al Sudani.
“Mengakhiri misi koalisi internasional diperlukan untuk keamanan dan stabilitas Irak dan diperlukan untuk menjaga hubungan bilateral yang konstruktif antara Irak dan negara-negara koalisi,” tambahnya.
Awal bulan ini, dua anggota milisi pro-Iran yang kuat di Irak, unit Mobilisasi Populer, tewas dalam serangan udara AS di Bagdad .
Serangan itu terjadi di tengah ketegangan di wilayah tersebut terkait dengan perang Israel di Gaza.
Sejak Oktober, milisi Irak pro-Iran telah meningkatkan serangan mereka terhadap pangkalan militer AS di Irak dan Suriah sebagai tanggapan atas kampanye militer brutal Israel di Gaza.
Mereka juga menuntut penarikan pasukan asing dari Irak.
| Tiongkok Canangkan Made in China 2025, Ambisi Kuasai Pasar Global |
|
|---|
| Cuaca Panas di Asia Tewaskan 61 Orang di Thailand |
|
|---|
| Penyebab Mobil yang Ditumpangi Menteri Israel Ben Gvir Terbalik Terungkap |
|
|---|
| PM India Narendra Modi Kembali Lecehkan Muslim, Sebut Umat Muslim Penyusup |
|
|---|
| Dua Helikopter Militer Malaysia Bertabrakan, 10 Orang Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/iring-iringan-prajurit-irak-sedang-berjalan-menuju-kota-fallujah-yang-diduduki-isis_20160626_224542.jpg)