Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ajaran Islam

Berikut Keutamaan Bulan Syakban dan Amalan yang Bernilai Pahala

“Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan shaum (puasa) lebih banyak dalam sebulan selain Syakban. Beliau [hampir] melaksanakan shaum pada Sya'ban sel

|
Istimewa
Puasa Nifsu Syakban 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut amalan dan keutamaan bulan Syakban yang pahalanya tak kalah besar dari pahala ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad SAW berpuasa di bulan Syakban. Beliau berpuasa hingga tanggal 27 atau 28 Syakban.

Aisyah RA dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Salamah. Aisyah RA berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan shaum (puasa) lebih banyak dalam sebulan selain Syakban. Beliau (hampir) melaksanakan shaum pada Sya'ban seluruhnya,” (H.R. Bukhari No. 1834)

Berikut keutamaan bulan Syakban:

1. Segala amalan baik dan buruk di bawa naik ke hadapan Allah SWT

Bulan Syakban berada di antara bulan Rajab dan Ramadan, inilah mengapa Rasulullah banyak mengamalkan ibadah puasa sunah di bulan Syakban.

Keutamaan bulan Syakban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid.

Rasulullah SAW bersabda:

“Itulah bulan yang manusia lalai darinya; ia bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadan, yaitu bulan yang berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rab semesta alam. Aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa,” (HR. Nasa'i No: 2317).

2. Dikabulkan Segala Permohonan

Keutamaan bulan Syakban adalah ada pada malam Nisfu Syakban.

Di mana Allah SWT akan memudahkan semua urusan umatnya bila mereka memperbanyak doa. Keutamaan bulan Syakban ini dikisahkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

“Jika datang malam pertengahan bulan Sya’ban, maka lakukanlah qiyamul lail, dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam,

lalu Allah berfirman, ‘Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dia. Adakah orang yang meminta rezeki kepada-Ku, maka Aku akan memberi rezeki kepadanya. Adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia,

(Allah berfirman tentang hal ini) sampai terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah, 1/421; HR. al-Baihaqi dalam Su’abul Iman, 3/378)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved