Kamis, 28 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Doa

Bacaan Sholawat Busyra, Lengkap dengan Manfaat Sholawat Busyra

Sholawat Busyra berarti sholawat kabar gembira. Sholawat yang berkembang di lingkungan warga Nahdatul Ulama.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Ridho | Editor: Rinal Maradjo
Tribunpekanbaru.com
Bacaan Sholawat Busyra 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sholawat Busyra adalah sholawat yang berkembang di lingkungan warga Nahdatul Ulama.

Secara bahasa Sholawat Busyra berarti shalawat yang memiliki arti shalawat kabar gembira.

Manfaat Sholawat Busyra adalah, saat sholawat ini dilantunkan maka hati dan fikiran kita menjadi tenang dan tenteram.

Sholawat sendiri adalah doa keselamatan dan salam penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Secara garis besar, sholawat ada dua macam, yaitu Shalawat Ma’tsurah, adalah shalawat yang dibuat oleh Rasulullah sendiri, baik kalimahnya, cara membacanya, waktu-waktunya serta fadilahnya.

Seperti Sholawat yang dibaca dalam tasyahud akhir dalam shalat.

Kedua, Shalawat Ghairu Ma’surat. Shalawat ini adalah sholawat yang disusun dan diperuntukkan kepada Nabi SAW oleh para Sahabat, Tabi'in, Auliya atau yang lainnya di kalangan umat islam.

Bacaan Sholawat Busra :

اللهم وسلم عل سيدنا ُممد صاحب البشرى صَلة تبشرنا ِبا واهلنا واوَلد نا ومجيع مشا خينا
ومعلمينا وطلبتنا وطا لباتنا من يومنا هذا اَل يوم اَلخرة

Artinya:

Ya Allah, haturkanlah shalawat dan salam keharibaan junjungan kami Nabi Muhammad SAW sang pemilik kegembiraan,dengan berkat shalawat ini,

Berikanlah selalu kegembiraan untuk kami, untuk keluarga dan anak-anak kami, untuk semua guru-guru dan pengajar kami, serta para santri dan santriwati kami, dari hari ini sampai hari kiamat nanti.

Sejarah Sholawat Busra

Sejarah shalawat busyra ini bermula di Yayasan Taman Pendidikan Nahdaltul Ulama’ ini dimana pada tahun 2010 ketua Yayasan yaitu Ustadz Achmad Ridlwan Cholil berkunjung menemui anaknya dan sekalian untuk sowan ke dalem pondok pesantren Darul Lughah wad Da’wah.

Ustadz Achmad Ridlwan Cholil meminta ijazah kepada Habib Assegaf bin Baharun,
karena keluarga Ustadz Achmad Ridlwan Cholil ditimpa musibah penyakit, penyakitpun parah dan keluarga beliau hampir mau meninggal jadi beliau berinsiatif meminta ijazah atau doa-doa Habib Assegaf bin Baharun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved